BolatainmentDuniaEropaJadwal & SkorNewsSportTrending

Rapor Pemain Real Madrid saat Kalah 0-2 dari Celta Vigo: Fran Garcia jadi Bencana, Kylian Mbappe dan Vinicius Hilang Arah

Newsfootball.id – Real Madrid kembali memanen kritik setelah menelan kekalahan mengejutkan 0-2 dari Celta Vigo pada pekan ke-15 La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Senin (8/12) dini hari WIB. Kekalahan ini bukan hanya menguras mental skuad Los Blancos, tetapi juga memperlihatkan retaknya fondasi permainan mereka di tengah jadwal kompetisi yang semakin padat.

Dua gol tim tamu dicetak Williot Swedberg, pemain muda yang tampil tanpa beban dan menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Madrid. Sementara itu, Madrid justru tampil tidak terorganisir, kehilangan fokus, dan gagal memanfaatkan status tuan rumah yang biasanya menjadi modal besar untuk mendulang tiga poin.

Hasil ini memperpanjang tren negatif Real Madrid. Dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi, tim asuhan Xabi Alonso hanya mampu memenangkan dua pertandingan. Kondisi ini makin memprihatinkan karena di saat bersamaan Barcelona terus melaju dan kini unggul empat poin di puncak klasemen.


Pertahanan Madrid Amburadul, Dua Kartu Merah Jadi Titik Balik

Kesialan Real Madrid sudah terlihat sejak awal laga. Eder Militao yang sebenarnya tampil cukup solid kembali bermasalah dengan cedera hamstring. Meski mencoba bertahan, ia akhirnya harus ditarik keluar dan membuat struktur pertahanan Madrid kacau.

Di saat situasi belum stabil, dua kartu merah kemudian memperburuk keadaan. Alvaro Carreras yang pada awalnya tampil disiplin, melakukan tekel yang dianggap berbahaya dan langsung diusir wasit. Tidak berselang lama, Fran Garcia – yang sejak awal tampil tidak maksimal – juga menyusul keluar lapangan akibat pelanggaran yang dinilai tidak perlu.

Kehilangan dua bek dalam satu pertandingan membuat Madrid kehilangan ritme. Walaupun Thibaut Courtois berhasil menggagalkan beberapa peluang berbahaya, ia tidak dapat berbuat banyak saat Swedberg memaksimalkan kelengahan Madrid.

Raul Asencio juga tidak mampu tampil efektif. Dengan rating rendah, ia terlihat kesulitan menjaga penguasaan bola dan kerap terlambat dalam proses transisi.

Rapuhnya lini belakang Madrid semakin membuka ruang bagi Celta untuk menata serangan. Tim tamu tampil taktis dan memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan Madrid.


Militao Tumbang, Tchouameni Jadi Penyelamat Dadakan

Salah satu aspek paling disorot dari pertandingan ini adalah bagaimana absennya Militao langsung berimbas pada buruknya stabilitas pertahanan. Sebelum cedera, Militao mencatat beberapa intervensi penting dan mampu menutup celah saat serangan balik Celta mengancam.

Namun, begitu ia ditarik keluar, Madrid kehilangan pemimpin di area belakang. Xabi Alonso kemudian terpaksa menugaskan Aurelien Tchouameni menjadi bek tengah dadakan. Keputusan ini cukup tepat, sebab gelandang asal Prancis tersebut tampil luar biasa meski berada di posisi yang bukan idealnya.

Dengan rating tertinggi di tim (8.4), Tchouameni menunjukkan kesigapan, ketenangan, dan kemampuan membaca permainan yang sangat baik. Ia beberapa kali melakukan pemotongan serangan dan membantu Madrid tetap bertahan agar tidak kebobolan lebih banyak.

Selain Tchouameni, Federico Valverde (7.6) dan Arda Güler (7.0) juga menjadi sosok yang berusaha menjaga tempo permainan. Namun, minimnya ruang gerak akibat kekurangan pemain membuat usaha mereka tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Sementara itu, Jude Bellingham tampil di bawah performa terbaiknya. Gelandang Inggris itu lebih sering menutup celah di sisi kiri pertahanan ketimbang berada di area ideal untuk membantu serangan, membuat kontribusinya ke lini depan menurun drastis.


Serangan Madrid Tumpul: Mbappé dan Vinicius Tidak Efektif

Meski bermain dengan intensitas tinggi di babak pertama, serangan Real Madrid tampak kehilangan kreativitas. Kylian Mbappé yang menjadi pemain dengan jumlah peluang tercipta terbanyak sebenarnya membuka harapan. Namun, penyelesaian akhirnya kembali menjadi masalah.

Mbappé mencatat rating 6.6 – angka yang tidak sepenuhnya buruk – tetapi ia gagal memanfaatkan sejumlah momen krusial. Setiap peluang emas yang tercipta selalu berakhir tanpa hasil, membuat Madrid kehabisan opsi untuk mengejar ketertinggalan.

Vinicius Junior pun tidak banyak membantu. Dengan rating 6.7, ia berkali-kali kehilangan bola dan gagal menembus pertahanan rapat Celta. Pergerakannya mudah terbaca, kurang eksplosif, dan minim variasi. Kombinasinya bersama Mbappé yang diharapkan menjadi senjata utama Madrid justru mandek.

Madrid mencoba berbagai cara untuk mencetak gol, termasuk melalui skema crossing, tembakan jarak jauh, hingga menekan lewat sayap. Namun, dengan hanya sembilan pemain di lapangan pada fase akhir pertandingan, serangan mereka lebih banyak kandas sebelum memasuki kotak penalti.


Swedberg Gemilang, Celta Vigo Pulang Membawa Tiga Poin Bersejarah

Williot Swedberg menjadi tokoh utama kemenangan Celta Vigo. Dua golnya menjadi pembeda dan memastikan tim tamu pulang dari Bernabeu dengan kemenangan yang sangat berharga.

Celta tampil matang, disiplin, dan tidak terburu-buru. Mereka memanfaatkan kelengahan Madrid dengan sangat efektif. Pertahanan mereka solid, transisi berjalan mulus, dan serangan dilakukan dengan penuh perhitungan.

Kemenangan ini juga menjadi suntikan moral yang besar bagi Celta yang sedang berupaya menjauh dari zona merah.


Rapor Pemain Real Madrid vs Celta Vigo

  • Thibaut Courtois – 6.6
  • Raul Asencio – 6.4
  • Eder Militao – 6.9
  • Alvaro Carreras – 6.5
  • Fran Garcia – 5.3
  • Federico Valverde – 7.6
  • Arda Güler – 7.0
  • Aurelien Tchouameni – 8.4
  • Jude Bellingham – 6.4
  • Kylian Mbappé – 6.6
  • Vinicius Junior – 6.7

Krisis Mini Madrid: Alarm Serius untuk Xabi Alonso

Kekalahan di Bernabeu ini bukan sekadar kekalahan reguler. Ada pesan penting di baliknya: Real Madrid sedang tidak stabil. Efektivitas serangan menurun, pertahanan mudah ditembus, dan para pemain kunci kehilangan konsistensi.

Dengan tekanan dari publik yang semakin besar dan jarak dengan Barcelona yang melebar, Xabi Alonso dituntut segera menemukan solusi sebelum situasi memburuk.

Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian besar. Madrid harus bangkit jika ingin menjaga peluang dalam perburuan gelar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *