Liverpool Sikat Inter Milan 1-0 — Penalti Terlambat Szoboszlai Selamatkan The Reds
Newsfootball.id — Pada matchday ke-6 Grup Liga Champions 2025/2026, Liverpool FC berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Inter Milan di San Siro (9/10 Desember 2025 malam waktu Italia). Gol tunggal dan penentu dicetak melalui penalti di menit ke-88 oleh Dominik Szoboszlai — membalikkan hasil imbang dan mengamankan tiga poin krusial bagi tim asal Inggris.
Meski berjalan ketat dan penuh tensi, laga ini menjadi saksi kebangkitan mental Liverpool, terutama mengingat absennya bintang sebelumnya dan tekanan besar menghadapi pertandingan tandang di kandang lawan.
Jalannya Pertandingan: Banyak Peluang, Satu Gol yang Cukup
Babak Pertama: Banyak Tekanan, Tapi Gol Dibatalkan VAR

Inter Milan tampak percaya diri mengawali laga — penguasaan bola di lini tengah mereka kombinasikan dengan serangan sayap untuk mencari celah pertahanan Liverpool. Namun, upaya mereka gagal dikonversi menjadi gol. Sementara Liverpool juga mendapatkan peluang melalui serangan balik cepat dan umpan–umpan silang dari sayap.
Di menit ke-32, Liverpool sempat merayakan gol lewat sundulan Ibrahima Konaté setelah memanfaatkan rebound dari tembakan rekannya. Namun kegembiraan itu sirna — gol dianulir oleh wasit setelah VAR menunjuk adanya handball dalam build-up. Skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Kedua tim saling serang, tetapi pertahanan dan kiper tampil disiplin; hingga jeda skor tetap belum berubah. Inter mengandalkan kontrol dan serangan sayap, sementara Liverpool mencoba memancing celah lewat serangan balik — namun belum cukup efektif.
Babak Kedua: Tekanan, VAR, dan Penalti Penentu

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Liverpool lebih agresif menekan, berusaha memanfaatkan ruang yang tersisa di pertahanan Inter. Namun upaya mereka sempat menemui jalan buntu — pertahanan Inter tetap disiplin dan ketat.
Menjelang akhir pertandingan, drama terjadi: di menit 86–88, setelah interaksi di kotak penalti melibatkan pemain pengganti Liverpool Florian Wirtz dan bek Inter Alessandro Bastoni, wasit diperintahkan melalui VAR untuk melihat ulang insiden. Bastoni dinilai menarik kaus Wirtz — wasit kemudian menunjuk titik putih.
Tugas sebagai eksekutor penalti dipercayakan pada Szoboszlai — dan ia tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan tenang, ia menaklukkan kiper Inter, membawa skor menjadi 1-0.
Gol ini pun menjadi satu-satunya gol di laga — dan memastikan Liverpool membawa pulang tiga poin penting dari Italia. Pertahanan rapat hingga peluit akhir mengamankan hasil bagi The Reds.
Statistik & Data Penting
| Statistik / Data | Angka / Fakta |
|---|---|
| Skor akhir | Inter Milan 0 – 1 Liverpool FC. |
| Gol penentu | Dominik Szoboszlai (88′ — penalti) |
| Gol dianulir | Ibrahima Konaté (sundulan), dibatalkan VAR karena handball |
| Penguasaan bola | ~50% – 50% |
| Tembakan total | Liverpool 12 – Inter 9 |
| Tembakan ke gawang | Liverpool 5 – Inter 2 |
| xG (Expected Goals) | Liverpool ~1.47 – Inter ~0.43 |
| Pelanggaran & kartu | Inter 14 pelanggaran vs Liverpool 11; kartu kuning 3–5 |
Statistik memperlihatkan kalau meskipun laga berlangsung ketat dengan penguasaan bola seimbang, Liverpool lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, terutama lewat penalti. Kali ini efisiensi dan disiplin bertahan menjadi kunci kemenangan di kandang lawan.
Implikasi & Dampak Hasil
- Bagi Liverpool — Kemenangan ini sangat krusial: mereka meraih 12 poin dari 6 laga, menempati posisi ke-8 klasemen grup, dan menjaga harapan besar lolos ke 16 besar secara langsung.
-Gol penalti di menit akhir menunjukkan karakter tim yang tangguh — meski tanpa pemain bintang utama mereka, kompak dan fokus tetap dijaga. - Bagi Inter Milan — Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan di kandang di Liga Champions (sejak 2022). Tekanan besar datang, apalagi untuk laga-laga sisa.
- Peluang mereka ke fase knockout kian tipis, kecuali ada keajaiban — kombinasi hasil dan selisih gol kini menjadi beban.
Analisis & Faktor Penentu : Mengapa Liverpool Bisa Menang
Efektivitas Peluang & Kesabaran
Liverpool membuktikan bahwa dalam laga berat, bukan kuantitas tembakan yang penting — melainkan efektivitas serangan dan eksekusi momen krusial. Penalti di akhir laga jadi bukti bahwa kesabaran dan konsentrasi sampai menit terakhir bisa berbuah hasil.
Pergantian Bijak & Pemain Cadangan Berkontribusi
Masuknya pemain seperti Florian Wirtz (yang memenangkan penalti) dan keputusan pelatih untuk memanfaatkan kecepatan serangan balik memperlihatkan adaptasi taktik yang tepat — walau tanpa pemain utama seperti Mohamed Salah.
Pertahanan Solid & Disiplin Lawan Tekanan
Meski Inter tampil di kandang sendiri dan berambisi menang, Liverpool sukses menahan tekanan — menjaga pertahanan, memotong serangan, dan tidak lengah saat inter berada di depan gawang. Soliditas ini penting untuk laga tandang.

Laga Inter vs Liverpool 2025/2026 menjadi cerminan betapa dramatis dan tak terduganya sepak bola — satu penalti di menit akhir bisa mengubur harapan tim tuan rumah dan menyelamatkan harga diri tim tamu.
Liverpool, dengan kerja keras, kedisiplinan, dan mental juang, membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di Eropa — meski tanpa bintang utama.
Bagi Inter, kekalahan ini bukan hanya soal hasil — tapi alarm besar bahwa konsistensi dan fokus tidak bisa absen, terutama di laga penting.
Demikian reportase singkat dari laga penuh drama ini.
