.“Di Mana Saja Nggak Masalah” — Respons Santai Pemain Jepang Bikin Heboh Usai Drawing FIFA World Cup 2026
Newsfootball.id — Pada Sabtu (6 Desember 2025), undian grup Piala Dunia 2026 resmi digelar — dan hasil drawing menempatkan Japan national football team (Timnas Jepang) berada di Grup F bersama Netherlands national football team, Tunisia national football team, dan satu tim yang lolos melalui jalur play-off dari Eropa.
Sontak reaksi datang dari para pemain — salah satunya adalah Ritsu Doan. Di media sosial pribadinya (X, sebelumnya Twitter), Doan menulis singkat tapi penuh gaya:
Unggahan itu langsung viral — disukai dan dibagikan ribuan pengguna, mendapat sorotan penggemar sepak bola di Jepang maupun internasional. Banyak yang memuji sikap tenang dan percaya diri Doan, meskipun drawing menempatkan Jepang menghadapi tim kuat seperti Belanda.
🇯🇵 Mental Samurai Biru: Sikap Tenang di Tengah Tekanan

Posting Doan dianggap oleh banyak penggemar sebagai cerminan mental juara — bahwa tim Jepang tidak gentar oleh nama besar lawan, dan siap menghadapi siapa pun dengan sikap profesional.
Faktanya, Jepang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 jauh sebelum drawing — dan menjadi tim Asia pertama yang mengunci satu tempat di putaran final.
Dengan bekal konsistensi, pengalaman internasional, dan mental positif, banyak analis menilai sikap Doan & rekan-rekan sebagai bentuk kesiapan psikologis menghadapi turnamen besar.
Tak hanya Doan — sejumlah pemain Jepang di klub Eropa dan domestik juga menunjukkan performa menjanjikan akhir-akhir ini, menambah optimisme bahwa Jepang bisa bersaing di Piala Dunia.
🔍 Kenapa Respons “Santai & Percaya Diri” Ini Menarik — dan Penting

✅ Melepaskan Beban Mental
Drawing, terutama grup sulit, kerap menimbulkan tekanan ekstra. Banyak pemain langsung membayangkan lawan berat, prediksi, dan tekanan publik. Namun, respons seperti Doan membantu tim melepas beban psikologis — fokus ke persiapan, bukan pada kekhawatiran.
🧠 Menunjukkan Profesionalisme & Mentalitas Kompetitif
Pesan singkat “di mana saja nggak masalah” mengindikasikan kesadaran bahwa di level tertinggi, nama besar lawan bukan ukuran — kesiapan, strategi, dan mental adalah kunci. Ini menunjukkan profesionalisme dari generasi pemain Jepang sekarang.
🌍 Memberi Isyarat ke Penggemar & Dunia
Dengan sikap terbuka dan berkelas, pemain Jepang tidak hanya mewakili tim, tetapi juga mempersiapkan atmosfer positif menjelang Piala Dunia. Ini penting untuk membentuk citra tim dan memberi dukungan moral — sesuatu yang bisa membawa energi berbeda saat turnamen tiba.
📌 Konteks: Jepang di Piala Dunia 2026 — Ambisi & Realita
Sejak era modern, Jepang dikenal sebagai kekuatan konsisten Asia. Untuk Piala Dunia 2026, mereka sudah berhasil lolos — memperpanjang rekor delapan kali berturut-turut lolos ke putaran final.
Namun ambisi mereka tidak hanya sekadar lolos. Banyak pihak — termasuk mantan pemain dan pengamat — menyebut bahwa Jepang bisa menargetkan posisi jauh lebih tinggi. Tantangan: mempertahankan konsistensi, mengatasi tekanan, dan tampil dengan mental juara.
Dalam situasi ini, sikap seperti Doan bukan sekadar gaya — melainkan representasi mental tim. Kepercayaan diri, kesiapan mental, dan fokus nyata bisa jadi modal penting bagi Jepang untuk berbicara banyak di Piala Dunia mendatang.
⚠️ Tantangan Tetap Ada: Kenyataan di Lapangan & Ekspektasi Publik
Meskipun mental bagus, Jepang tetap menghadapi sejumlah tantangan:
- Grup F bukan grup ringan — menghadapi Belanda dan tim kompetitif lainnya, konsistensi performa sangat diuji.
- Harapan publik meningkat — sikap percaya diri bisa jadi pedang bermata dua jika hasil tidak sesuai harapan.
- Tekanan media dan ekspektasi tinggi bisa mempengaruhi fokus — penting bagi tim untuk tetap stabil, terutama secara mental dan taktis.
📰 Kesimpulan: Sikap “Di Mana Saja Nggak Masalah” Adalah Sinyal — Tapi Aksi di Lapangan yang Menentukan
Posting viral Doan bukan sekadar ekspresi — melainkan simbol kesiapan mental, profesionalisme, dan budaya kompetitif Jepang. Itu memberi sinyal bahwa Samurai Biru datang ke Piala Dunia 2026 bukan hanya untuk hadir — tapi untuk bertarung.
Namun, pada akhirnya hasil di lapangan yang akan bicara banyak. Tekad, taktik, kerja keras — dan mental baja — itu yang akan menentukan apakah Jepang bisa membuktikan ambisinya.
Jika Jepang berhasil menjaga konsistensi dan fokus, sikap tenang seperti Doan bisa menjadi modal besar. Tapi jika lengah, nama besar lawan dan tekanan besar bisa jadi batu sandungan.
Pada 2026, kita akan tahu apakah viral posting di media sosial itu hanya gaya — atau cerminan mental tim juara sejati.
