Erik ten Hag Kembali ke FC Twente sebagai Direktur Teknik
Newsfootball.id – FC Twente resmi menunjuk Erik ten Hag sebagai Direktur Teknik klub mulai Februari 2026. Keputusan ini menandai kembalinya Ten Hag ke klub yang memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya. Manajemen menilai pengalaman dan pemahamannya tentang sepak bola modern sangat sesuai dengan kebutuhan klub saat ini.
Ten Hag menandatangani kontrak hingga musim panas 2028. Ia tidak bertugas sebagai pelatih kepala. Klub memberinya tanggung jawab penuh atas arah teknis dan strategi jangka panjang tim. FC Twente ingin membangun fondasi kuat, bukan sekadar mengejar hasil instan.
Kepulangan Sosok yang Memahami Identitas Klub
Erik ten Hag bukan figur asing bagi FC Twente. Ia memulai karier profesionalnya sebagai pemain di klub tersebut. Setelah pensiun, ia berkembang menjadi pelatih papan atas Eropa. Keberhasilannya bersama Ajax mengangkat namanya ke level internasional.
Pengalaman melatih di berbagai liga top Eropa membentuk sudut pandang yang matang. Ten Hag memahami tekanan kompetisi elite. Ia juga terbiasa membangun struktur tim yang rapi dan berkelanjutan. FC Twente melihat kombinasi ini sebagai aset besar.
Manajemen menilai Ten Hag sebagai sosok yang memahami DNA klub. Ia mengenal budaya lokal, akademi, dan basis suporter. Faktor ini mempercepat adaptasinya dalam peran baru.
Tugas Utama sebagai Direktur Teknik
Sebagai Direktur Teknik, Ten Hag memegang peran strategis. Ia mengawasi filosofi permainan klub dari level akademi hingga tim utama. Ia juga menyelaraskan visi antara pelatih, tim scouting, dan manajemen.
Ten Hag akan menentukan arah rekrutmen pemain. Ia memastikan klub merekrut pemain sesuai kebutuhan taktik, bukan sekadar nama besar. Pendekatan ini bertujuan menjaga stabilitas performa jangka panjang.
Selain itu, ia fokus pada pengembangan pemain muda. FC Twente ingin menjadikan akademi sebagai tulang punggung tim utama. Ten Hag memiliki rekam jejak kuat dalam mengembangkan talenta muda selama melatih Ajax.
Manajemen Sambut dengan Antusias
Pihak manajemen FC Twente menyambut penunjukan ini dengan optimisme tinggi. General Manager klub menegaskan bahwa Ten Hag membawa visi jelas dan terukur. Klub tidak hanya mencari figur terkenal, tetapi pemimpin teknis yang memahami proses.
Manajemen dan Ten Hag menyepakati target realistis. Klub ingin bersaing konsisten di papan atas Eredivisie. Mereka juga ingin kembali tampil reguler di kompetisi Eropa.
Diskusi antara kedua pihak berjalan intens sebelum kesepakatan tercapai. FC Twente ingin memastikan peran Direktur Teknik memiliki wewenang jelas. Struktur ini diharapkan menghindari konflik internal di masa depan.
FC Twente Fokus pada Stabilitas Jangka Panjang
Dalam beberapa musim terakhir, FC Twente menunjukkan perkembangan positif. Namun, performa tim sering naik turun. Klub menyadari perlunya struktur teknis yang konsisten.
Penunjukan Ten Hag mencerminkan perubahan pendekatan manajemen. Klub kini memprioritaskan perencanaan jangka panjang. Mereka tidak ingin bergantung pada hasil satu musim saja.
Dengan struktur yang kuat, FC Twente berharap dapat bersaing dengan klub besar Belanda. Konsistensi menjadi target utama, bukan sekadar kejutan sesaat.
Mees Hilgers Tetap Jadi Bagian Proyek Klub
Selain pengumuman Ten Hag, FC Twente memastikan masa depan Mees Hilgers. Klub memilih mempertahankan bek muda tersebut. Manajemen menilai Hilgers sebagai aset penting tim.
Keputusan ini sejalan dengan filosofi Ten Hag. Ia dikenal memberi kepercayaan kepada pemain muda yang disiplin dan berkembang pesat. Hilgers memenuhi kriteria tersebut.
Klub melihat Hilgers bukan sekadar pelapis. Ia masuk dalam rencana inti jangka menengah. FC Twente ingin membangun lini belakang yang solid dan berkelanjutan.
Sinkronisasi Pemain Muda dan Senior
Ten Hag menekankan pentingnya keseimbangan skuad. Ia tidak hanya mengandalkan pemain muda. Ia juga membutuhkan pemain berpengalaman sebagai penopang tim.
FC Twente akan menyusun komposisi skuad secara selektif. Klub menghindari pembelian impulsif. Setiap pemain harus cocok dengan sistem permainan.
Pendekatan ini bertujuan menciptakan stabilitas ruang ganti. Ten Hag percaya harmoni tim menjadi faktor kunci kesuksesan jangka panjang.
Tantangan Baru bagi Erik ten Hag
Peran Direktur Teknik berbeda dari pelatih kepala. Ten Hag kini fokus pada gambaran besar. Ia tidak lagi terlibat langsung dalam keputusan harian di lapangan.
Tantangan terbesarnya terletak pada komunikasi. Ia harus membangun hubungan kuat dengan pelatih kepala. Keduanya harus berjalan dalam satu visi.
Namun, pengalaman panjangnya di level elite menjadi modal besar. Ten Hag terbiasa bekerja dalam struktur profesional. Ia memahami pentingnya koordinasi antardepartemen.
Harapan Suporter dan Masa Depan Klub
Suporter FC Twente menyambut kabar ini dengan antusias. Banyak yang melihat penunjukan Ten Hag sebagai simbol keseriusan klub. Mereka berharap era baru segera dimulai.
Klub tidak menjanjikan trofi instan. Namun, arah pembangunan kini lebih jelas. FC Twente ingin kembali menjadi kekuatan stabil di Eredivisie.
Dengan kontrak hingga 2028, Ten Hag memiliki waktu cukup untuk membangun fondasi. Jika rencana berjalan sesuai visi, FC Twente berpeluang naik level secara konsisten.
Kesimpulan
Penunjukan Erik ten Hag sebagai Direktur Teknik menjadi langkah strategis FC Twente. Klub memilih stabilitas dan visi jangka panjang. Pengalaman, kedekatan emosional, dan pemahaman teknis menjadikan Ten Hag figur ideal.
Keputusan mempertahankan Mees Hilgers memperkuat arah pembangunan klub. FC Twente kini fokus pada pengembangan internal yang terstruktur. Jika konsisten, klub berpeluang kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Belanda.
