BolatainmentDuniaEropaNewsRagamSport

Thomas Tuchel Ungkap Kriteria Pemain Masuk Skuad Inggris di Piala Dunia 2026: Bukan Cuma Bakat

Newsfootball.id — Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menekankan bahwa talenta semata tidak cukup untuk masuk skuad Piala Dunia 2026. Jumat (17/1/2026), ia menjelaskan kriterianya dalam wawancara media.

Tuchel menilai kemampuan teknis harus seimbang dengan kualitas sosial dan karakter pemain. Selain itu, pemain yang mampu bekerja sama dan berkomunikasi dengan rekan akan lebih berpeluang masuk tim.


Fokus Baru dalam Seleksi Skuad

Tuchel menggantikan Gareth Southgate sebagai pelatih Inggris. Ia menekankan bahwa selain skill individu, harmoni tim menjadi kunci sukses. Ia mencontohkan tim juara dunia sebelumnya yang memiliki chemistry kuat di lapangan.

Selain itu, Tuchel menilai pemain yang mendukung tim, termasuk saat menjadi cadangan, sangat penting. Keputusan ini menunjukkan ia menilai karakter pemain setara dengan bakat teknis.


Lebih dari Sekadar Skill

Tuchel menjelaskan kemampuan teknis tidak menjadi satu-satunya faktor. Ia menekankan kepribadian, kerja sama, dan kesiapan mental juga krusial.

Selain itu, pemain yang bisa beradaptasi, mendukung rekan, dan mengelola tekanan menjadi prioritas. Piala Dunia menuntut stamina fisik dan mental. Oleh karena itu, harmoni tim menjadi kunci sukses.


Harmoni Tim sebagai Kunci Sukses

Tuchel menilai tim yang solid secara sosial punya peluang menang lebih besar. Ia menekankan kesiapan menghadapi tekanan, cedera, dan perubahan strategi.

Di sisi lain, Inggris hanya memiliki dua laga uji coba sebelum Piala Dunia. Laga melawan Uruguay dan Jepang akan menjadi kesempatan Tuchel menilai kombinasi pemain. Ia ingin melihat interaksi tim dalam situasi kompetitif.


Contoh Keputusan dan Implikasi

Sejak memimpin Inggris, Tuchel menolak memanggil beberapa pemain berbakat seperti Jude Bellingham dan Phil Foden. Meski kemampuan teknis mereka tinggi, Tuchel menilai mereka belum cocok untuk tim. Keputusan ini menunjukkan fokus Tuchel pada keseimbangan karakter dan peran tim.

Sementara itu, pemain berpengalaman seperti Jordan Henderson kembali dipanggil. Tuchel menilai kehadirannya penting untuk stabilitas skuad. Pengalaman dan kepemimpinan Henderson dianggap dapat menjaga kultur tim yang harmonis.


Respon Publik dan Tantangan

Pendekatan Tuchel memicu diskusi di media dan kalangan penggemar. Beberapa pihak melihatnya inovatif. Namun, yang lain menilai kontroversial. Meski begitu, Tuchel menekankan tujuannya jelas: membangun tim yang kohesif dan siap menghadapi tekanan turnamen.

Ia percaya pemilihan tepat sejak awal akan membantu tim bertahan dan berkembang sepanjang turnamen. Selain itu, setiap pemain akan tahu perannya dan tanggung jawabnya.


Persiapan Menuju Piala Dunia 2026

Inggris tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Oleh karena itu, Tuchel harus menyusun strategi untuk menghadapi laga di tiga negara berbeda. Ia menekankan pentingnya tim solid, bukan sekadar pemain berbakat.

Selain itu, dua laga ujicoba di bulan Maret memberi kesempatan Tuchel mengevaluasi chemistry tim. Hasil evaluasi ini menentukan skuad final Piala Dunia 2026.


Kesimpulan

Thomas Tuchel menekankan bahwa pemilihan pemain Inggris untuk Piala Dunia 2026 bukan hanya soal bakat. Ia menempatkan karakter, komunikasi, dan harmoni tim di posisi utama. Selain itu, strategi ini bisa menjadi pembeda penting dalam perjalanan Inggris menuju gelar yang telah lama dinanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *