IndonesiaJadwal & SkorNewsSport

Prediksi Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal Era John Herdman

Newsfootball.id — JAKARTA — Timnas Indonesia bersiap tampil di FIFA Series 2026 pada Maret mendatang. Turnamen ini menjadi momen penting bagi pelatih baru, John Herdman. Oleh karena itu, laga ini bukan sekadar uji coba biasa.

Selain itu, FIFA Series 2026 menghadirkan tiga lawan berbeda. Indonesia akan menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis. Dengan format ini, Herdman dapat menguji strategi, mental, dan kedalaman skuad.

Lebih jauh lagi, turnamen ini menjadi titik awal era baru. Herdman ingin membentuk identitas permainan sejak dini. Karena itu, ia menargetkan transisi cepat, organisasi rapi, dan pressing agresif.

Dengan latar tersebut, berikut prediksi starting XI yang realistis. Susunan ini mengacu pada performa pemain, kebutuhan taktik, dan karakter kepelatihan Herdman.


Kiper: Emil Audero

Pertama, persaingan penjaga gawang berlangsung ketat. Emil Audero bersaing langsung dengan Maarten Paes. Namun, Audero tampil konsisten bersama klubnya di Serie A.

Selain mencatat clean sheet penting, Audero juga unggul dalam refleks. Di sisi lain, ia tenang saat menghadapi tekanan. Oleh sebab itu, ia layak menjadi pilihan utama.


Lini Belakang: Trio Bek Tangguh

Selanjutnya, Herdman diprediksi memakai formasi 3-4-2-1. Skema ini membutuhkan tiga bek tengah yang solid.

Di sisi kanan, Kevin Diks menawarkan pengalaman Eropa. Selain stabil dalam bertahan, ia juga rajin membantu serangan.

Di tengah, Jay Idzes bertugas sebagai pemimpin lini belakang. Ia kuat dalam duel udara. Selain itu, ia piawai membaca permainan.

Sementara itu, Rizky Ridho menempati sisi kiri. Ia agresif saat memotong serangan lawan. Lebih penting lagi, ia mampu membangun serangan dari belakang.

Dengan kombinasi ini, tim mendapat keseimbangan. Oleh karena itu, lini belakang tampil lebih tangguh dan terorganisasi.


Lini Tengah: Mesin Permainan Garuda

Berikutnya, lini tengah menjadi kunci skema Herdman. Empat pemain mengisi sektor ini.

Pertama, Thom Haye berperan sebagai pengatur tempo. Ia menguasai bola dengan baik. Selain itu, ia akurat dalam umpan panjang.

Kedua, Joey Pelupessy menjadi penyeimbang. Ia kuat dalam duel. Di samping itu, ia rajin memutus alur serangan lawan.

Kemudian, Yakob Sayuri mengisi sayap kanan. Ia mengandalkan kecepatan. Karena itu, ia sering menusuk dari sisi luar.

Sementara itu, Dean James bermain di sayap kiri. Ia aktif melakukan crossing. Bahkan, ia mampu mencetak gol dari lini kedua.

Dengan komposisi ini, lini tengah memberi dinamika. Oleh sebab itu, tim bisa menyerang cepat dan bertahan rapi.


Lini Depan: Trio Penyerang Produktif

Selanjutnya, serangan Indonesia dipimpin tiga pemain.

Pertama, Ezra Walian menjadi motor serangan. Ia sering turun menjemput bola. Selain itu, Ezra juga tajam di kotak penalti.

Kedua, Miliano Jonathans bergerak di belakang striker. Ia lincah dan kreatif. Karena itu, ia pandai mencari ruang.

Terakhir, Ole Romeny bertugas sebagai ujung tombak. Ia kuat dalam duel. Di sisi lain, ia piawai memanfaatkan peluang.

Dengan demikian, trio ini saling melengkapi. Bahkan, mereka bisa menekan lawan sejak lini depan.


Formasi Ideal: 3-4-2-1

Secara taktis, formasi ini memberi fleksibilitas. Saat bertahan, tim berubah menjadi 5-4-1. Sebaliknya, saat menyerang, sayap naik tinggi.

Selain cocok dengan karakter pemain, skema ini juga mendukung permainan agresif. Oleh karena itu, transisi berlangsung cepat.

Lebih lanjut, Herdman menyukai organisasi rapi. Ia menekankan disiplin posisi. Di samping itu, ia menuntut intensitas tinggi.


Strategi John Herdman

Pada dasarnya, Herdman membawa pengalaman internasional. Ia pernah melatih Kanada. Karena itu, ia paham membangun tim dari nol.

Selain telah menghubungi puluhan pemain, Herdman juga ingin melihat banyak opsi. Oleh sebab itu, ia mencari keseimbangan antara pemain lokal dan diaspora.

Lebih jauh lagi, Herdman menekankan kebugaran. Ia ingin tim bermain intens selama 90 menit. Di sisi lain, ia juga mendorong pressing kolektif.

Dengan demikian, ia menilai FIFA Series sebagai titik awal. Ia ingin menanamkan budaya kerja keras. Selain itu, ia ingin membangun mental juara.


Tantangan di FIFA Series 2026

Pertama, Bulgaria menawarkan kekuatan fisik dan disiplin. Mereka sering bermain direct.

Kedua, Kepulauan Solomon mengandalkan kecepatan. Karena itu, mereka agresif di sayap.

Ketiga, Saint Kitts and Nevis bermain terbuka. Akibatnya, mereka memberi ruang di lini belakang.

Dengan variasi ini, Indonesia menghadapi ujian fleksibilitas. Oleh karena itu, Herdman bisa mencoba beberapa skema. Selain itu, ia juga bisa merotasi pemain.


Prospek Skuad Garuda

Secara keseluruhan, prediksi starting XI ini terlihat seimbang. Tim memiliki pengalaman dan energi muda. Selain itu, setiap lini memiliki pemimpin.

Jika pemain tampil konsisten, Indonesia bisa bersaing. Bahkan, tim berpeluang meraih hasil positif.

Lebih penting lagi, FIFA Series 2026 memberi peluang evaluasi. Herdman bisa menilai chemistry tim. Di samping itu, ia bisa menentukan kerangka utama.


Kesimpulan

Singkatnya, FIFA Series 2026 menjadi awal era John Herdman. Turnamen ini lebih dari sekadar uji coba.

Prediksi starting XI menunjukkan arah baru. Tim bermain lebih agresif. Selain itu, tim tampil lebih terorganisasi.

Jika rencana berjalan baik, Indonesia bisa melangkah jauh. Dengan demikian, era baru Garuda resmi dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *