BolatainmentEropaNewsRagamSport

La Masia Jadi Tambang Emas Barcelona

Newsfootball.id — Barcelona memanfaatkan La Masia sebagai sumber talenta sekaligus pemasukan besar. Klub berhasil meraup lebih dari €50 juta atau sekitar Rp850 miliar dari transfer pemain akademi sejak 2024. Strategi ini membantu menyeimbangkan keuangan klub di tengah tekanan regulasi dan kebutuhan kompetitif.

La Masia terkenal melahirkan legenda seperti Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta. Kini akademi juga memberikan dampak finansial signifikan.


Pemasukan dari Penjualan Pemain

Barcelona menjual beberapa pemain akademi yang kesulitan masuk tim utama. Nilai jual mereka tetap tinggi bagi klub lain di Eropa. Pemain seperti Dro Fernandez, Mika Faye, dan Chadi Riad menyumbang pendapatan terbesar.

Transfer lain seperti Marc Guiu, Alex Valle, dan Unai Hernández menambah angka total. Bahkan pemain dengan nilai lebih kecil, seperti Sergi Domínguez, turut menyumbang bagi total pendapatan. Strategi ini membuat La Masia menjadi aset finansial yang efektif.


Strategi Akademi dan Nilai Tambahan

Barcelona mengembangkan strategi jangka panjang untuk memaksimalkan nilai pemain akademi. Mereka menggunakan klausul lanjutan (sell-on clause) dan hak pembelian kembali. Contohnya, transfer Julian Araujo tetap memberi keuntungan klub meski ia tidak bermain reguler di tim utama.


Dampak keuangan

Pendapatan ini membantu Barcelona menghadapi batasan finansial La Liga dan tetap kompetitif. Mengandalkan akademi lebih efisien dibanding membeli pemain mahal. Biaya pelatihan akademi jauh lebih rendah daripada biaya transfer besar.


Reaksi Pelatih dan Staf

Beberapa pelatih menyesal melepas pemain berbakat. Hansi Flick kecewa karena Dro Fernández punya potensi besar. Namun manajemen tetap menjalankan strategi finansial dan kompetitif. Flick memprioritaskan kombinasi pemain akademi yang tersisa untuk kompetisi domestik dan Eropa.


Kontribusi Lulusan La Masia Lainnya

Beberapa pemain akademi kini menjadi andalan tim utama, seperti Lamine Yamal, Gavi, dan Ronald Araújo. Mereka memperkuat lini utama dan meningkatkan nilai pasar klub. Studi menunjukkan La Masia memproduksi pemain terbanyak di liga-liga top Eropa pada 2025.


Peran La Masia dalam Strategi Jangka Panjang

La Masia membuktikan manfaat ganda: menghemat biaya transfer dan memaksimalkan aset pemain muda. Akademi menghasilkan pemain berkualitas, filosofi sepak bola konsisten, dan pemahaman taktik sejak dini. Lulusan yang tidak masuk tim utama tetap punya nilai pasar tinggi.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Barcelona menghadapi dilema: mempertahankan pemain muda atau melepas mereka demi keuntungan finansial. Mempertahankan pemain memperkuat tim dengan biaya rendah. Menjual pemain memberi pemasukan signifikan. La Masia mampu menjadi jembatan kedua tujuan ini, menjaga keseimbangan performa tim dan stabilitas keuangan.


Kesimpulan

La Masia kini bukan sekadar akademi penghasil talenta. Ia menjadi sumber pemasukan besar bagi Barcelona, menghasilkan lebih dari Rp850 miliar sejak 2024. Strategi transfer akademi membantu menyeimbangkan keuangan sambil mempertahankan reputasi akademi terbaik di dunia. Barcelona membuktikan bahwa membangun pemain muda tetap menguntungkan, baik dari sisi performa maupun finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *