Manchester United Batalkan Rencana Rekrut Cole Palmer, Fokus Perkuat Gelandang Bertahan
newsfootball.id – Manchester United secara resmi memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana merekrut Cole Palmer dari Chelsea pada bursa transfer musim panas 2026. Sebaliknya, klub memilih mengalihkan perhatian ke sektor yang lebih krusial, yaitu gelandang bertahan. Keputusan ini menegaskan perubahan strategi besar dalam arah pembangunan tim Setan Merah.
Selama beberapa pekan terakhir, berbagai media Inggris ramai mengaitkan Palmer dengan kepindahan ke Old Trafford. Namun, manajemen MU akhirnya menilai bahwa langkah tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tim saat ini. Selain itu, faktor finansial juga memainkan peran penting dalam keputusan tersebut.
Manchester United Sudah Memperkuat Lini Serang
Sebelumnya, Manchester United telah menginvestasikan dana yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas lini depan. Klub menghabiskan sekitar £135 juta untuk mendatangkan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo. Kedua pemain ini diharapkan mampu membawa variasi, kecepatan, dan produktivitas gol ke dalam skuad.
Oleh karena itu, para petinggi klub merasa bahwa lini serang kini sudah cukup kompetitif. Dengan keberadaan Bruno Fernandes, Cunha, Mbeumo, dan beberapa pemain muda berbakat, MU tidak lagi membutuhkan tambahan pemain menyerang yang sangat mahal.
Sebaliknya, tim justru membutuhkan keseimbangan yang lebih baik antara lini belakang dan lini tengah.
Masalah di Lini Tengah Jadi Prioritas Utama
Sementara itu, Manchester United menghadapi masalah serius di sektor gelandang bertahan. Casemiro, yang selama ini menjadi jangkar lini tengah, mulai menunjukkan penurunan performa. Usia dan intensitas Premier League membuat kontribusinya tidak lagi sekuat sebelumnya.
Karena itu, MU kini menyiapkan langkah besar untuk mencari penerus Casemiro. Klub ingin mendapatkan pemain yang lebih muda, lebih dinamis, dan mampu menjadi fondasi permainan untuk beberapa musim ke depan.
Lebih lanjut, co-owner MU Sir Jim Ratcliffe bersama CEO Omar Berrada telah memimpin pembahasan intens mengenai arah transfer klub. Mereka ingin membangun tim yang tidak hanya kuat hari ini, tetapi juga stabil secara finansial di masa depan.
Tiga Kandidat Masuk Daftar Manchester United
Dalam proses pencarian gelandang bertahan, Manchester United telah menyusun daftar target utama. Hingga saat ini, tiga nama paling menonjol adalah:
Adam Wharton (Crystal Palace)
Wharton menunjukkan performa konsisten di Premier League. Ia memiliki kemampuan membaca permainan, distribusi bola yang rapi, dan ketenangan saat ditekan lawan. Karena itu, MU menilai Wharton sebagai opsi jangka panjang yang sangat menarik.
Elliot Anderson (Newcastle United)
Selain itu, Anderson menawarkan energi besar dan mobilitas tinggi. Ia mampu melakukan pressing agresif sekaligus membantu serangan. Karakter ini sesuai dengan filosofi sepak bola modern yang ingin diterapkan MU.
Carlos Baleba (Brighton)
Sementara itu, Baleba dikenal sebagai gelandang bertahan yang kuat secara fisik dan cepat. Ia juga unggul dalam duel satu lawan satu. Oleh sebab itu, MU melihatnya sebagai kandidat ideal untuk mengisi peran jangkar di lini tengah.
Meski ketiganya menarik, manajemen tetap berhati-hati. Harga pasar mereka cukup tinggi, sehingga klub ingin memastikan setiap pembelian memberikan dampak maksimal.
Chelsea Tutup Pintu untuk Cole Palmer
Di sisi lain, Chelsea tidak pernah membuka peluang negosiasi untuk Cole Palmer. Pelatih The Blues, Liam Rosenior, secara terbuka membantah semua rumor kepindahan sang pemain.
Menurut Rosenior, Palmer merasa bahagia di Stamford Bridge dan menikmati perannya sebagai pemain kunci. Ia juga menegaskan bahwa Chelsea tidak memiliki alasan untuk melepas pemain yang telah menjadi pusat proyek jangka panjang klub.
Selain itu, Palmer masih terikat kontrak panjang sejak bergabung pada 2024. Dengan durasi kontrak yang panjang, Chelsea memegang kendali penuh atas masa depan sang pemain.
Biaya Tinggi Jadi Penghalang Besar
Meskipun Manchester United memiliki sejarah belanja besar, situasi kali ini sangat berbeda. Chelsea mematok harga sekitar £100 juta untuk Cole Palmer. Di luar itu, sang pemain juga diperkirakan meminta gaji hingga £250.000 per pekan.
Karena itu, manajemen MU menilai transfer tersebut tidak realistis. Selain harus membayar biaya transfer yang sangat besar, klub juga perlu menanggung beban gaji jangka panjang.
Lebih buruk lagi, Manchester United belum pasti tampil di Liga Champions musim depan. Tanpa pemasukan besar dari kompetisi Eropa, klub harus bertindak lebih bijak dalam mengelola keuangan.
MU Terapkan Strategi Finansial Baru
Dalam beberapa bulan terakhir, Manchester United mulai menerapkan pendekatan yang lebih disiplin dalam urusan transfer. Klub tidak lagi ingin membeli pemain mahal hanya demi nama besar.
Sebagai gantinya, MU memilih:
- Merekrut pemain sesuai kebutuhan taktis
- Mengutamakan usia muda dan potensi jangka panjang
- Menjaga stabilitas keuangan klub
Sebagai tambahan, rencana melepas Marcus Rashford ke Barcelona dengan harga relatif rendah memperkuat sinyal bahwa MU sedang merombak struktur skuad secara menyeluruh.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Manchester United mengambil keputusan yang rasional dengan membatalkan perburuan Cole Palmer. Klub lebih membutuhkan gelandang bertahan daripada tambahan penyerang mahal. Selain itu, kondisi keuangan dan proyek jangka panjang juga mendorong MU untuk memilih jalur yang lebih realistis.
Jika MU berhasil mendapatkan gelandang bertahan yang tepat, tim ini berpeluang kembali menjadi kekuatan utama di Inggris dan Eropa.

