Curhat Kocak Harry Kane: Anak Bosan Bola Bundesliga, Kini Minta Bola Liga Champions
newsfootball.id – JAKARTA — Status sebagai salah satu penyerang terbaik dunia ternyata tidak membuat Harry Kane bebas dari “tekanan”, setidaknya di rumahnya sendiri. Kapten Timnas Inggris yang kini memperkuat Bayern Munchen itu membagikan kisah ringan sekaligus menggelitik tentang anak-anaknya, yang kini semakin selektif soal hadiah bola pertandingan.
Dalam sebuah sesi wawancara santai, Kane mengaku koleksi bola hattrick yang dulu dianggap istimewa kini tak lagi menarik bagi anak-anaknya. Permintaan mereka justru naik kelas. Sang putra, kata Kane, kini menginginkan bola Liga Champions lengkap dengan motif bintang yang khas.
“Anak saya bilang dia ingin bola yang ada bintangnya. Artinya, dia mau bola Liga Champions,” ujar Kane sambil tertawa. “Sekarang tekanannya lebih besar karena saya harus mendapatkan jenis bola yang berbeda.”
Curhatan sederhana ini memperlihatkan sisi lain Kane sebagai seorang ayah, jauh dari sorotan gol, rekor, dan tekanan pertandingan. Di balik reputasinya sebagai mesin gol Bayern, Kane tetap menjalani peran keluarga dengan penuh humor.
Natal, Keluarga, dan Jadwal Padat Bundesliga
Bagi Kane, momen Natal tetap menjadi prioritas utama meski kalender Bundesliga dan kompetisi Eropa berjalan sangat padat. Ia menyadari bahwa periode akhir tahun selalu menjadi tantangan bagi pemain top, terutama bagi mereka yang bermain di klub besar dengan target tinggi.
Kane mengungkapkan bahwa libur Natal selalu ia manfaatkan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anaknya. Ia memiliki dua putri yang lebih besar dan dua putra yang masih kecil, masing-masing dengan minat dan karakter berbeda. Kondisi ini membuatnya harus pintar membagi waktu dan perhatian.
“Pada akhirnya, Natal bagi saya adalah membuat anak-anak bahagia. Saya selalu sibuk dengan sepak bola di periode ini, jadi saya mencoba benar-benar hadir dan menikmati waktu bersama mereka,” tutur Kane.
Pendekatan ini menjadi fondasi penting bagi keseimbangan hidupnya. Kane percaya ketenangan di rumah membantu menjaga fokus dan performanya di lapangan. Ia merasa peran sebagai ayah membentuknya menjadi pribadi yang lebih sabar dan dewasa, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.
Peran Ayah Berlanjut ke Ruang Ganti Bayern
Menariknya, sifat kebapakan Kane tidak hanya ia terapkan di rumah. Di Bayern Munchen, ia juga berperan sebagai figur senior yang membimbing pemain muda. Salah satu nama yang paling sering ia sebut adalah Lennart Karl, wonderkid berusia 17 tahun yang mulai mendapat menit bermain di tim utama.
Kane melihat potensi besar dalam diri Karl. Ia menilai gaya bermain sang pemain muda mengingatkannya pada Jamal Musiala, terutama dalam hal kecepatan, keberanian, dan kemampuan menggiring bola di ruang sempit.
Menurut Kane, kehadiran pemain seperti Karl sangat penting bagi Bayern, terutama saat menghadapi lawan yang bermain defensif dan menumpuk pemain di lini belakang. Dribbling cepat dan kreativitas pemain muda sering kali menjadi pembeda.
Nasihat Penting untuk Sang Wonderkid
Sebagai senior, Kane tidak hanya memberi pujian. Ia juga menyampaikan nasihat penting kepada Karl agar tidak terbuai oleh sorotan media dan ekspektasi publik. Kane menekankan bahwa perjalanan karier selalu berisi naik-turun, bahkan bagi pemain bertalenta besar.
“Hal terpenting yang harus dia pahami adalah akan ada momen sulit, sama seperti momen indah seperti sekarang. Jangan terlalu larut dengan kebisingan di luar lapangan,” pesan Kane.
Kane berbicara dari pengalaman pribadi. Ia menjalani perjalanan panjang sejak akademi, sempat dipinjamkan ke beberapa klub, hingga akhirnya menjelma menjadi striker kelas dunia. Proses itu mengajarkannya arti konsistensi, kerja keras, dan ketahanan mental.
Belajar dari Pengalaman Panjang
Kane mengaku banyak belajar dari sosok-sosok penting sepanjang kariernya, termasuk figur pelatih dan pembimbing yang membantunya berkembang. Ia menyadari bahwa bakat saja tidak cukup untuk bertahan di level tertinggi.
Ia berharap Lennart Karl dan pemain muda Bayern lainnya tetap berpegang pada dasar-dasar permainan: latihan keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar dari pemain senior seperti Joshua Kimmich dan Manuel Neuer.
“Mudah untuk melupakan hal-hal dasar yang membawa Anda ke level ini ketika Anda mulai bermain di setiap pertandingan,” ujar Kane. “Dia anak yang cerdas dan suka mengamati. Itu modal besar.”
Kehadiran Kane di Bayern memberikan dampak ganda. Klub tidak hanya mendapatkan penyerang tajam, tetapi juga mentor yang membantu membentuk karakter generasi penerus Die Roten.
Adaptasi dengan Budaya Sepak Bola Jerman
Setelah lebih dari dua musim bermain di Jerman, Kane mengaku pandangannya terhadap sepak bola mengalami perubahan besar. Ia kini memahami bahwa kualitas kompetisi tidak hanya ada di Premier League.
Salah satu hal yang paling mengesankan bagi Kane adalah atmosfer stadion Bundesliga. Ia menyebut dukungan suporter Jerman sebagai salah satu yang paling berisik, bergairah, dan konsisten di Eropa.
“Saya sangat terkesan dengan fans Jerman. Mereka sangat keras dan penuh gairah di setiap stadion,” kata Kane. “Saya menyukai sisi itu, dan itu mungkin perbedaan terbesar yang saya rasakan.”
Pengalaman ini membuat Kane semakin menikmati kariernya di Bayern. Ia merasa tantangan baru di Bundesliga memperkaya perspektifnya sebagai pemain dan individu.
Figur Lengkap di Dalam dan Luar Lapangan
Kini, Harry Kane tidak hanya dikenal sebagai pencetak gol ulung, tetapi juga sebagai figur dewasa yang mampu menyeimbangkan karier dan kehidupan pribadi. Dari cerita ringan tentang permintaan bola Liga Champions hingga perannya membimbing pemain muda, Kane menunjukkan kepemimpinan dalam berbagai bentuk.
Di tengah tuntutan profesional yang tinggi, Kane tetap menempatkan keluarga sebagai fondasi utama. Ia percaya kebahagiaan di rumah menjadi bahan bakar utama untuk tampil maksimal di lapangan.
Dengan sikap seperti ini, Kane tidak hanya menjadi aset besar bagi Bayern Munchen, tetapi juga contoh ideal bagi pemain muda tentang arti kesuksesan yang utuh — berprestasi, rendah hati, dan bertanggung jawab.

