Menpora Tegaskan Semangat Olimpiade di SEA Games 2025
Newsfootball.id — Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, kembali menegaskan pentingnya membawa semangat Olimpiade ke ajang SEA Games 2025 di Thailand. Ia menyampaikan pesan ini ketika mengunjungi beberapa venue lomba dan melihat langsung perjuangan atlet Indonesia. Erick ingin para atlet menjadikan SEA Games sebagai langkah awal menuju Olimpiade 2028.
SEA Games 2025 berlangsung sejak 9 Desember hingga 20 Desember. Indonesia mengirim lebih dari seribu atlet ke 49 cabang olahraga. Erick hadir di tengah persiapan itu untuk memberi motivasi dan mengingatkan para atlet agar fokus pada target jangka panjang.
SEA Games Sebagai Pondasi Target Besar
Erick menekankan bahwa Indonesia tidak boleh memandang SEA Games sebagai tujuan akhir. Ia mengajak atlet melihat ajang ini sebagai pondasi menuju kompetisi yang lebih berat.
“Kalian membawa nama bangsa. Gunakan ajang ini untuk menguatkan mental kalian,” kata Erick saat menyapa atlet di arena kompetisi.
Ia menilai setiap pertandingan di SEA Games memberi pembelajaran penting. Atlet bisa memperbaiki mental, teknik, dan konsistensi sebelum tampil di event yang skalanya lebih tinggi.
Menpora Pantau Langsung Pertandingan Atlet Indonesia

Erick meluangkan waktu untuk menonton beberapa laga yang diikuti atlet Indonesia. Ia menghadiri pertandingan tenis putri yang mempertemukan Priska Nugroho dan Jenice Tjen melawan tim Malaysia. Ia memberi dukungan langsung dari pinggir lapangan.
Selain itu, ia mengunjungi arena senam di Thammasat University. Ia memberikan selamat kepada Satria Tri Wira Yudha yang meraih medali perak. Erick juga menyaksikan kemenangan Abiyurafi yang meraih medali emas pada nomor Horizontal Bars. Sorakan penyemangat dari Menpora membuat para atlet terlihat semakin percaya diri.
Evaluasi Menyeluruh untuk Cabor dan Atlet
Erick menegaskan bahwa hasil SEA Games akan menjadi bahan evaluasi besar bagi Kemenpora. Ia ingin seluruh cabang olahraga memperlihatkan perkembangan yang jelas. Setiap cabor harus memiliki strategi jangka panjang, termasuk dalam pelatihan, uji tanding, dan peningkatan kualitas fisik atlet.
“Kami menilai semua cabor berdasarkan hasil. Setiap pencapaian akan kami teliti. Kami ingin melihat cabang yang siap naik ke level berikutnya,” ujar Erick.
Ia menegaskan bahwa cabang olahraga dengan potensi tinggi harus mendapatkan dukungan lebih besar. Pemerintah perlu melihat cabang mana yang mampu bersaing di tingkat global.
Semangat Olimpiade Harus Menjadi Standar Atlet
Erick mengingatkan bahwa semangat Olimpiade harus menjadi standar utama dalam perjalanan prestasi atlet Indonesia. Ia meminta atlet menggunakan SEA Games sebagai ruang menguji mental dan teknik.
Menurutnya, atlet harus memiliki orientasi jangka panjang. Ia ingin atlet mengutamakan disiplin, komitmen, dan semangat untuk terus berkembang. “Jangan hanya mengejar medali SEA Games. Tatap Olimpiade. Siapkan diri sejak hari ini,” ucap Erick.
Semangat Olimpiade, kata Erick, tidak hanya soal motivasi. Ia menyebut bahwa standar latihan dan konsistensi atlet harus mengikuti pola persiapan event dunia.
Dukungan Presiden dan Arah Kebijakan Nasional
Erick menyampaikan bahwa Presiden memberikan arahan jelas untuk menjaga fokus prestasi jangka panjang. Pemerintah ingin memperkuat pembinaan atlet, memperbaiki sport science, serta menata ulang sistem pelatihan nasional.
Ia menjelaskan bahwa target medali menjadi salah satu indikator penting. Namun, yang lebih penting adalah kemampuan atlet untuk bersaing di level dunia. Erick menegaskan bahwa persiapan atlet sejak SEA Games harus selaras dengan kebutuhan Olimpiade.
Evaluasi Cabang yang Belum Memenuhi Target
Menpora juga menyoroti beberapa cabang olahraga yang belum memenuhi target. Ia meminta setiap federasi memberikan laporan rinci tentang perkembangan atlet dan strategi pembinaan.
Erick menekankan bahwa evaluasi tidak bertujuan menghukum, tetapi mencari solusi. Ia ingin setiap federasi bergerak cepat untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pelatihan.
“Kami ingin cabang olahraga bergerak. Jangan menunggu. Jadikan evaluasi ini sebagai bahan memperbaiki struktur latihan,” tegasnya.
Respon Atlet dan Pelatih
Para atlet memberi respon positif atas kehadiran Erick. Mereka merasa kehadiran Menpora memberi dorongan moral besar. Para pelatih juga menyambut baik pesan Menpora yang menekankan fokus jangka panjang.
Beberapa atlet menyebut bahwa semangat Olimpiade membuat mereka semakin termotivasi. Mereka mengaku ingin menunjukkan performa terbaik, bukan hanya demi SEA Games, tetapi demi karier yang lebih panjang.
Peran Publik dan Dukungan Nasional
Menpora juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung atlet Indonesia. Ia mengatakan bahwa semangat publik dapat membantu para atlet mempertahankan motivasi.
Pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai program pembinaan jangka panjang. Erick menyebut bahwa ekosistem pembinaan harus melibatkan banyak pihak, termasuk pelatih, orang tua atlet, klub, dan federasi.
SEA Games 2025 sebagai Momentum Besar
SEA Games 2025 menjadi momentum besar untuk melihat sejauh mana perkembangan atlet Indonesia. Erick berharap kontingen Indonesia tidak hanya mengejar medali, tetapi juga menjadikan ajang ini sebagai penanda kesiapan mereka menuju panggung Olimpiade.
Ia menutup kunjungannya dengan pesan kuat:
“Gunakan setiap pertandingan untuk memperbaiki diri. Jadikan SEA Games sebagai awal perjalanan menuju level yang jauh lebih tinggi.”
Pesan ini menegaskan arah pembinaan olahraga Indonesia: fokus jangka panjang, disiplin, dan ambisi untuk bersaing di panggung dunia.
