BolatainmentDuniaNews

Nasib Jesse Lingard: ‘Terbuang’ ke Korea hingga Brasil, Kini Perusahaan Miliknya Dinyatakan Bangkrut

Newsfootball.id – Karier mantan bintang Manchester United, Jesse Lingard, kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini bukan karena aksi di lapangan hijau, melainkan persoalan bisnis yang menimpa dirinya. Perusahaan yang mengelola hak citra milik sang pemain dilaporkan resmi dibubarkan oleh pengadilan setelah menumpuk utang dalam jumlah besar.

Masalah ini menjadi pukulan baru bagi Lingard yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami perjalanan karier yang cukup berliku. Setelah sempat kesulitan mendapatkan klub di Inggris, ia memilih melanjutkan karier di Asia sebelum akhirnya kembali mencoba peruntungan di Amerika Selatan.

Kasus kebangkrutan perusahaan miliknya sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan seorang pesepak bola profesional tidak selalu berjalan mulus, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Perusahaan Hak Citra Dibubarkan Pengadilan

Perusahaan milik Lingard yang bermasalah adalah JL Commercial Limited, sebuah perusahaan yang didirikan untuk mengelola berbagai aktivitas komersial sang pemain, termasuk kerja sama merek, lisensi, dan hak citra.

Namun perusahaan tersebut dilaporkan mengalami masalah keuangan serius setelah menumpuk utang hingga sekitar 1,6 juta poundsterling atau setara puluhan miliar rupiah.

Karena tidak mampu melunasi kewajiban finansialnya, pengadilan tinggi di Inggris akhirnya mengeluarkan perintah likuidasi terhadap perusahaan tersebut. Dengan keputusan itu, perusahaan resmi dibubarkan dan seluruh asetnya akan digunakan untuk menutupi sebagian utang yang ada.

JL Commercial Limited sebelumnya menangani berbagai proyek bisnis Lingard, termasuk kerja sama komersial serta pengelolaan merek yang berkaitan dengan identitas pribadi sang pemain.

Bisnis Fashion yang Pernah Dikembangkan

Selain perusahaan hak citra, Lingard juga sempat mencoba peruntungan di industri fashion. Ia meluncurkan merek pakaian bernama JLingz, yang mengambil inspirasi dari selebrasi gol khasnya di lapangan.

Brand tersebut diluncurkan pada 2018 dan sempat menarik perhatian penggemar sepak bola, terutama para pendukung Manchester United.

Namun perjalanan bisnis tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Laporan keuangan menunjukkan bahwa perusahaan fashion tersebut mengalami kerugian dan akhirnya harus ditutup setelah menumpuk utang yang cukup besar.

Penutupan bisnis tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa usaha di luar lapangan tidak selalu menjamin kesuksesan bagi seorang atlet profesional.

Karier Sepak Bola yang Mengalami Pasang Surut

Di dunia sepak bola, Lingard sebenarnya pernah berada di puncak karier. Ia merupakan produk akademi Manchester United dan berhasil menembus tim utama klub tersebut.

Selama berseragam Manchester United, Lingard tampil dalam berbagai kompetisi penting dan ikut membantu tim meraih sejumlah trofi, termasuk Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa.

Ia juga sempat menjadi bagian dari tim nasional Inggris dan tampil di turnamen besar seperti Piala Dunia.

Namun performanya mulai menurun dalam beberapa musim terakhir bersama klub-klub Inggris.

Setelah meninggalkan Manchester United, Lingard sempat memperkuat Nottingham Forest, tetapi gagal menunjukkan performa terbaiknya di sana.

Dalam satu musim di klub tersebut, ia bahkan tidak mencatatkan gol maupun assist dalam sejumlah pertandingan liga.

Situasi tersebut membuat kariernya di sepak bola Inggris mulai meredup.

Mencoba Peruntungan di Korea Selatan

Pada tahun 2024, Lingard mengambil langkah yang cukup mengejutkan dengan menerima tawaran dari klub Korea Selatan, FC Seoul.

Keputusan tersebut sempat menjadi sorotan karena jarang ada pemain Inggris yang memilih berkarier di kompetisi Asia Timur.

Meski demikian, Lingard mampu menunjukkan performa yang cukup baik selama bermain di sana.

Dalam dua musim bersama FC Seoul, ia berhasil mencatatkan puluhan penampilan dan mencetak sejumlah gol yang membantu tim bersaing di liga domestik.

Penampilannya di Korea Selatan dianggap sebagai upaya untuk membangkitkan kembali karier yang sempat meredup.

Petualangan Baru di Brasil

Setelah meninggalkan FC Seoul, Lingard kembali membuat keputusan yang cukup mengejutkan dengan bergabung ke klub Brasil, Corinthians.

Kontraknya dengan klub tersebut berlaku hingga akhir tahun 2026 dengan opsi perpanjangan hingga 2027 jika memenuhi target performa tertentu.

Kepindahan ini membuat Lingard menjadi salah satu pemain Inggris yang mencoba peruntungan di liga sepak bola Brasil, sebuah kompetisi yang dikenal memiliki atmosfer pertandingan yang sangat kompetitif.

Langkah tersebut juga menjadi upaya sang pemain untuk terus menjaga karier profesionalnya di tengah berbagai tantangan yang ia hadapi di luar lapangan.

Tekanan Karier dan Bisnis Atlet Profesional

Kasus yang menimpa Lingard menunjukkan bahwa atlet profesional sering kali menghadapi tantangan tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga dalam mengelola bisnis dan investasi pribadi.

Banyak pesepak bola yang memanfaatkan popularitas mereka untuk membangun bisnis di berbagai sektor seperti fashion, media, hingga investasi teknologi.

Namun tanpa pengelolaan yang tepat, bisnis tersebut juga berisiko mengalami kerugian besar.

Dalam kasus Lingard, masalah finansial perusahaan yang mengelola hak citranya menunjukkan pentingnya manajemen bisnis yang kuat bagi seorang atlet yang memiliki berbagai aktivitas komersial.

Harapan Bangkit di Lapangan Hijau

Meski menghadapi masalah di dunia bisnis, peluang Lingard untuk kembali bersinar di lapangan masih terbuka.

Di usia yang sudah memasuki kepala tiga, ia tetap memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Eropa.

Jika mampu tampil konsisten bersama klub barunya di Brasil, Lingard berpotensi kembali menarik perhatian publik sepak bola internasional.

Karier sepak bola sering kali penuh dengan dinamika, dan tidak jarang seorang pemain mampu bangkit setelah melewati masa sulit.

Bagi Lingard, petualangan baru di Brasil mungkin menjadi kesempatan untuk memulai kembali perjalanan kariernya sekaligus menutup bab sulit yang ia alami di luar lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *