BolatainmentEropaJadwal & SkorSport

Rapor Pemain AC Milan vs Parma: Blunder Bartesaghi dan Pulisic Buang Peluang

newsfootball.id – Kekalahan mengejutkan menimpa AC Milan saat menjamu Parma pada pekan ke-26 Serie A. Bermain di San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB, Rossoneri takluk 0-1 lewat gol tunggal Mariano Troilo pada menit ke-80. Hasil ini memperlebar jarak Milan dari pemuncak klasemen, Inter Milan, menjadi 10 poin.

Milan sebenarnya menguasai pertandingan sejak awal. Tim asuhan Stefano Pioli mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang bersih. Namun penyelesaian akhir yang buruk serta kesalahan di lini belakang membuat mereka harus membayar mahal.

Evaluasi individu pemain menjadi sorotan utama dalam laga ini. Beberapa tampil di bawah standar, sementara yang lain berjuang keras tanpa mampu mengubah hasil akhir.

Dominasi Tanpa Ketajaman

Sejak peluit awal berbunyi, Milan langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka mengalirkan bola dengan cepat melalui lini tengah dan berusaha memanfaatkan kecepatan sayap. Rafael Leao dan Christian Pulisic beberapa kali menusuk pertahanan Parma.

Namun dominasi itu tidak berbanding lurus dengan efektivitas. Milan gagal memaksimalkan peluang emas yang datang di babak pertama maupun kedua. Pulisic memperoleh dua kesempatan matang, tetapi ia tidak mampu mengarahkan bola ke gawang dengan sempurna.

Parma justru tampil disiplin dan sabar. Mereka menunggu momentum melalui serangan balik serta situasi bola mati. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Troilo menyambut sepak pojok dengan sundulan keras yang tak mampu dihentikan Mike Maignan.

Gol tersebut meruntuhkan mental tuan rumah. Milan mencoba meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu, tetapi Parma menjaga organisasi pertahanan dengan solid hingga laga berakhir.

Rapor Lini Belakang: Kesalahan Krusial Jadi Pembeda

Mike Maignan – 5

Maignan tidak menghadapi banyak ancaman sepanjang pertandingan. Ia tampil tenang dan melakukan beberapa intersep penting. Namun ia gagal mengantisipasi sundulan Troilo yang menjadi satu-satunya gol dalam laga ini. Reaksi terlambat dan positioning yang kurang maksimal membuatnya kehilangan momen penyelamatan.

Fikayo Tomori – 5,5

Tomori sempat kehilangan fokus saat mengantisipasi bola udara di awal laga. Ia kemudian memperbaiki performa dan membantu serangan lewat umpan vertikal ke sisi kiri. Meski demikian, ia belum menunjukkan konsistensi penuh selama 90 menit.

Koni De Winter – 6,5

De Winter tampil paling stabil di lini belakang. Ia memenangkan banyak duel dan membaca arah serangan lawan dengan baik. Ia juga membantu membangun serangan dari belakang secara rapi. Performa solidnya membuatnya layak disebut pemain terbaik Milan dalam pertandingan ini.

Davide Bartesaghi – 5

Bartesaghi mengirim satu umpan silang matang yang hampir berbuah peluang emas. Namun ia gagal menjaga konsentrasi saat bertahan. Ia kalah duel udara dalam proses terciptanya gol Parma. Kesalahan tersebut memberi dampak besar terhadap hasil akhir.

Lini Tengah: Kerja Keras Tanpa Dampak Maksimal

Alexis Saelemaekers – 5,5

Saelemaekers berusaha membuka ruang dan mendukung pergerakan sayap. Ia menunjukkan mobilitas tinggi, tetapi kerap salah dalam pengambilan keputusan akhir. Umpan dan penyelesaiannya kurang presisi.

Ruben Loftus-Cheek – Tanpa Nilai

Loftus-Cheek harus meninggalkan lapangan lebih cepat karena cedera setelah 11 menit bermain. Absennya ia memaksa Milan mengubah skema lebih awal.

Luka Modric – 6

Modric bekerja keras mengatur tempo permainan. Ia beberapa kali masuk ke kotak penalti untuk menambah opsi serangan. Pengalamannya membantu Milan menjaga ritme, tetapi ia tidak mampu menciptakan peluang menentukan.

Adrien Rabiot – 6

Rabiot tampil cukup disiplin dan membantu distribusi bola. Ia hampir memberi assist untuk Leao melalui umpan terukur. Namun ia juga melakukan pelanggaran yang berujung sepak pojok, situasi yang kemudian menghasilkan gol Parma.

Pervis Estupinan – 5,5

Estupinan mencoba aktif membantu serangan dari sisi kiri. Namun crossing yang menjadi kekuatannya tidak efektif malam itu. Ia gagal memberi suplai bola matang kepada penyerang.

Lini Depan: Peluang Terbuang Percuma

Christian Pulisic – 5

Pulisic berlari tanpa lelah dan terus mencari celah di pertahanan lawan. Ia mendapatkan dua peluang emas, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Ketajaman yang biasanya ia tunjukkan tidak terlihat dalam laga ini.

Rafael Leao – 5,5

Leao menghadirkan ancaman melalui kecepatan dan kreativitasnya. Ia mengirim beberapa umpan silang berbahaya dan hampir mencetak gol lewat sundulan yang membentur tiang. Namun ia gagal tampil klinis di momen penentuan.

Momentum yang Hilang di San Siro

Kekalahan ini tidak hanya memutus momentum positif Milan, tetapi juga mempertegas masalah efektivitas mereka. Dominasi tanpa gol tidak cukup untuk meraih kemenangan di level tertinggi. Parma menunjukkan bahwa organisasi pertahanan yang rapi dan pemanfaatan peluang minimal bisa menghasilkan tiga poin penting.

Milan harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Lini belakang perlu memperbaiki konsentrasi dalam situasi bola mati. Lini tengah harus menciptakan peluang lebih tajam, sementara lini depan wajib meningkatkan konversi peluang.

Jika Milan ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar Serie A musim ini, mereka tidak boleh mengulangi kesalahan serupa. Setiap poin kini menjadi sangat berharga, terutama dengan jarak 10 poin dari Inter Milan yang terus tampil konsisten.

Kekalahan dari Parma menjadi alarm keras bagi Rossoneri. Mereka masih memiliki kualitas untuk bangkit, tetapi konsistensi dan ketajaman harus segera kembali jika ingin menjaga asa juara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *