Real Madrid Resmi Pecat Xabi Alonso: Alasan, Kandidat Pengganti, dan Dampak Besarnya
Newsfootball.id – Real Madrid kembali membuat keputusan besar di tengah musim kompetisi 2025/2026. Manajemen klub secara resmi memecat Xabi Alonso dari jabatan pelatih kepala setelah hanya tujuh bulan memimpin tim utama. Keputusan ini langsung memicu perhatian luas dari publik sepak bola Eropa.
Langkah tegas tersebut menunjukkan bahwa Real Madrid tetap mempertahankan standar tinggi. Klub tidak memberi ruang panjang bagi pelatih yang gagal memenuhi target utama, terutama dalam laga-laga krusial.
Awal Kepelatihan Xabi Alonso di Santiago Bernabeu
Real Madrid menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih kepala pada awal musim 2025/2026. Manajemen melihat rekam jejak Alonso bersama Bayer Leverkusen sebagai modal utama. Ia sukses membangun tim kompetitif dan bermain atraktif di Bundesliga.
Harapan publik pun melonjak. Banyak pihak percaya Alonso mampu membawa identitas permainan modern ke Real Madrid. Selain itu, statusnya sebagai mantan pemain klub memperkuat kepercayaan tersebut.
Namun, perjalanan Alonso tidak berjalan mulus sejak awal musim.
Hasil Kompetisi yang Tidak Konsisten
Selama masa kepelatihannya, Real Madrid mencatat hasil yang naik turun. Tim tampil dominan dalam beberapa pertandingan liga. Akan tetapi, performa Madrid sering menurun saat menghadapi laga penting.
Puncak kekecewaan terjadi di final Piala Super Spanyol. Real Madrid kalah dari Barcelona dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Kekalahan tersebut langsung memicu tekanan besar terhadap Alonso.
Selain itu, posisi Madrid di klasemen La Liga juga tidak sesuai ekspektasi. Tim tertinggal beberapa poin dari Barcelona. Kondisi ini membuat manajemen mulai mempertimbangkan langkah drastis.
Alasan Utama Pemecatan Xabi Alonso
Manajemen Real Madrid menilai beberapa faktor penting sebelum mengambil keputusan.
Pertama, hasil di pertandingan besar tidak memenuhi standar klub. Real Madrid menuntut kemenangan, terutama saat melawan rival utama.
Kedua, inkonsistensi taktik menjadi sorotan. Beberapa keputusan Alonso dinilai kurang efektif dalam situasi krusial. Tim sering kehilangan kontrol permainan pada babak kedua.
Ketiga, tekanan internal dan eksternal terus meningkat. Media Spanyol dan pendukung klub memberikan kritik tajam. Situasi ini mempercepat keputusan manajemen.
Akhirnya, klub memutuskan mengakhiri kerja sama secara resmi pada Januari 2026.
Pernyataan Resmi Klub
Real Madrid menyampaikan pernyataan singkat melalui situs resmi klub. Manajemen menyampaikan terima kasih atas dedikasi Xabi Alonso selama menjabat.
Klub juga menegaskan bahwa Alonso tetap menjadi bagian dari keluarga besar Real Madrid. Pernyataan tersebut menekankan rasa hormat terhadap kontribusi sang pelatih.
Meski demikian, keputusan tetap bersifat final dan langsung berlaku.
Álvaro Arbeloa Ditunjuk Sebagai Pengganti
Tak lama setelah pemecatan Alonso, Real Madrid menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih baru tim utama. Sebelumnya, Arbeloa menangani Real Madrid Castilla.
Manajemen memilih Arbeloa karena beberapa alasan penting:
- Ia memahami budaya dan filosofi klub
- Ia memiliki kedekatan dengan pemain muda akademi
- Ia dinilai mampu menjaga stabilitas tim di tengah musim
Penunjukan ini menegaskan kepercayaan Real Madrid terhadap solusi internal.
Mengapa Bukan Pelatih Bintang?
Sebelum pengumuman resmi, media mengaitkan Real Madrid dengan beberapa nama besar. Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah Jurgen Klopp.
Banyak penggemar menilai Klopp cocok dengan karakter skuad Madrid. Namun, manajemen memilih langkah realistis. Klub tidak ingin mengganggu proyek jangka panjang dengan perubahan besar di tengah musim.
Real Madrid lebih fokus menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi.
Tantangan Berat Menanti Arbeloa
Sebagai pelatih baru, Arbeloa menghadapi tekanan besar. Ia harus langsung memberikan hasil positif. Target utama klub tetap sama, yakni bersaing di La Liga dan Liga Champions.
Selain itu, Arbeloa perlu menjaga ruang ganti tetap kondusif. Transisi pelatih di tengah musim sering memicu dinamika internal.
Keberhasilan Arbeloa akan menentukan arah kebijakan klub musim depan.
Dampak Pemecatan bagi Xabi Alonso
Bagi Xabi Alonso, pemecatan ini bukan akhir dari karier kepelatihannya. Banyak klub Eropa tetap menaruh minat besar terhadapnya.
Pengalamannya di Real Madrid justru memperkaya portofolio profesional. Alonso tetap dikenal sebagai pelatih muda dengan visi modern dan kecerdasan taktik.
Besar kemungkinan ia akan kembali melatih di level elit dalam waktu dekat.
Reaksi Penggemar dan Media
Keputusan Real Madrid menuai beragam reaksi. Sebagian penggemar mendukung langkah tegas manajemen. Mereka menilai klub harus selalu mengejar trofi.
Namun, tidak sedikit pula yang menyayangkan keputusan tersebut. Banyak pihak menilai Alonso belum mendapat waktu cukup untuk membangun tim secara utuh.
Perdebatan ini mencerminkan besarnya ekspektasi terhadap Real Madrid.
Kesimpulan
Pemecatan Xabi Alonso menegaskan satu hal penting: Real Madrid tidak mengenal kompromi terhadap hasil. Status legenda klub tidak menjamin keamanan posisi pelatih.
Dengan menunjuk Álvaro Arbeloa, Real Madrid membuka fase baru dalam musim 2025/2026. Fokus klub kini tertuju pada stabilitas dan pencapaian target kompetisi.
Keputusan ini akan terus menjadi sorotan, baik bagi perjalanan Real Madrid maupun masa depan Xabi Alonso di dunia kepelatihan.
