⚽️ Man City vs Chelsea Berakhir 1‑1: Gol Dramatis Enzo Fernández Buyarkan Kemenangan Tuan Rumah
Pembukaan: Kejutan di Etihad Stadium
Newsfootball.id – Manchester City harus menelan kekecewaan besar dalam lanjutan Premier League 2025/2026 ketika laga kandang mereka kontra Chelsea berakhir imbang 1‑1, Senin (5/1/2026) dini hari WIB. Laga yang berlangsung di Etihad Stadium ini seakan menjadi panggung drama sepak bola Inggris: Chelsea menyelamatkan satu poin lewat gol Enzo Fernández di detik‑detik akhir pertandingan, menggagalkan kemenangan tuan rumah.
Pertandingan ini tidak hanya menyajikan aksi di lapangan, tetapi juga membawa narasi emosional menyusul perubahan besar yang terjadi pada kubu Chelsea menjelang pertandingan. Dengan gaya permainan cepat, keputusan taktis, serta momen krusial di injury time, duel ini berhasil menjadi salah satu laga paling diperbincangkan sejak awal tahun kompetisi.
Babak Pertama: Dominasi City, Chelsea Bertahan
Sejak sepak mula, Manchester City menampilkan dominasi yang kuat. Bermain di depan publik sendiri, City mengontrol penguasaan bola dan menyerang sejak menit‑menit awal. Mereka mendikte tempo permainan dengan lini tengah yang solid dan pergerakan tajam dari sayap.
Beberapa peluang awal tercipta melalui sentuhan Phil Foden dan Erling Haaland, namun Chelsea menunjukkan performa bertahan yang rapat. Pertahanan The Blues yang disiplin memaksa City untuk mencari ruang lebih dalam upaya membuka skor.
Gol Pembuka: Reijnders Bawa City Unggul
Tekanan City akhirnya membuahkan hasil pada menit ke‑42. Gelandang The Citizens, Tijjani Reijnders, memperdaya barisan belakang Chelsea dengan tembakan akurat dari dalam kotak penalti, membawa tuan rumah unggul 1‑0. Gol ini menjadi buah dari dominasi City sepanjang babak pertama.
Gol ini juga sempat memberikan harapan besar pada pendukung City bahwa tiga poin penuh akan menjadi milik mereka. Terlebih performa dominan tuan rumah belum menunjukkan tanda‑tanda mereda menjelang turun minum.
Babak Kedua: Chelsea Bangkit, Peluang Bergantian
Masuk ke babak kedua, Chelsea tampil lebih berani. Di bawah arahan pelatih interim Calum McFarlane, The Blues menunjukkan determinasi yang meningkat. Mereka lebih sering melakukan transisi cepat dan mencoba memanfaatkan ruang yang diberikan City.
Beberapa peluang emas dilahirkan Chelsea melalui serangan balik. Pedro Neto sempat membawa keresahan bagi lini belakang City, namun penyelesaian akhirnya belum berbuah gol. Begitu juga dengan upaya dari Liam Delap dan Cole Palmer yang beberapa kali menciptakan ancaman nyata.
Sementara itu, City masih mencari gol tambahan untuk memastikan kemenangan. Erling Haaland beberapa kali nyaris menggandakan skor: salah satunya tembakan kaki kirinya yang membentur tiang gawang, membuat suasana di Etihad semakin tegang.
Momen Kunci: Tendangan Penalti Tak Tercipta & Drama Injury Time
Seiring berjalannya waktu, peluang City mulai menipis. Pergerakan Chelsea semakin terkoordinasi, dan mereka berhasil membuat City lebih berhati‑hati dalam distribusi bola di lini belakang. Tekanan berlanjut hingga injury time, ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan keunggulan tipis bagi tuan rumah.
Namun, sepak bola sering kali digambarkan sebagai permainan penuh kejutan — dan Sesuatu yang tak terduga terjadi saat laga memasuki menit ke‑90+4. Dari sisi kanan pertahanan City, Malo Gusto mengirimkan umpan silang yang sempat diblok, tetapi bola jatuh ke kaki Enzo Fernández. Dalam upaya ketiga setelah dua percobaan sebelumnya digagalkan, Fernández sukses menaklukkan Gianluigi Donnarumma dan mengubah skor menjadi 1‑1.
Gol dramatis ini tidak hanya menyelamatkan Chelsea dari kekalahan, tetapi juga menjadi momen penting dalam konteks persaingan gelar Premier League, karena hasil imbang ini membuat perolehan poin City tertahan.
Implikasi Hasil Pertandingan
Untuk Manchester City
Hasil imbang ini merupakan hasil seri kedua secara beruntun di awal tahun, sekaligus mengakhiri rentetan delapan kemenangan kandang beruntun mereka di liga. Akibatnya, City tertinggal enam poin dari Arsenal yang memuncaki klasemen sementara, sehingga tekanan di perebutan gelar semakin meningkat.
Pep Guardiola, manajer City, dihadapkan pada tantangan kualitas skuad yang menurun akibat cedera beberapa pemain penting, termasuk Josko Gvardiol dan Ruben Dias. Hal ini berpotensi memengaruhi strategi jangka panjang mereka di sisa kompetisi.
Untuk Chelsea
Bagi Chelsea, satu poin yang mereka bawa pulang adalah hasil yang berharga. Terlebih konteks klub sedang dalam fase transisi usai pemecatan pelatih sebelumnya, Enzo Maresca, hanya beberapa hari sebelum pertandingan. Penampilan penuh semangat dari anak‑anak asuhan interim Calum McFarlane membuktikan karakter kuat tim.
Gol penutup dari Fernández jelas menjadi pendorong moral besar bagi skuad yang tengah menanti penunjukan pelatih permanen. Chelsea kini memiliki momentum untuk membangun performa lebih stabil ke depan.
Kesimpulan
Pertandingan antara Manchester City vs Chelsea yang berakhir imbang 1‑1 menciptakan cerita lengkap tentang dramatisnya sepak bola Inggris. Dari dominasi tuan rumah, bangkitnya mental tim tamu, hingga momen gol di injury time yang menyelamatkan satu poin — semua memadukan drama, strategi, dan tekanan kompetitif yang tinggi.
Hasil ini membawa dampak signifikan dalam persaingan gelar Premier League, memperlebar jarak Manchester City dari sang pemuncak, sekaligus memberikan kepercayaan baru bagi Chelsea dalam menghadapi sisa musim.
