📰 Sandaran Utama Xabi Alonso di Real Madrid: Bukan Bellingham atau Vinicius
Newsfootball.id — Real Madrid menutup tahun kompetisi dengan kemenangan penting. Namun, sorotan utama tidak tertuju pada Jude Bellingham atau Vinicius Junior. Pelatih Xabi Alonso justru menggantungkan stabilitas tim pada sosok lain. Thibaut Courtois kini memegang peran paling vital dalam struktur Los Blancos.
Kemenangan 2-0 atas Sevilla di Santiago Bernabeu menjadi bukti nyata. Dalam laga tersebut, Courtois tampil dominan. Ia menggagalkan sejumlah peluang berbahaya dan menjaga gawang tetap steril. Performa itu kembali menegaskan posisinya sebagai fondasi tim.
Courtois Menjadi Penjaga Keseimbangan Tim
Courtois tidak hanya menghalau bola. Ia mengendalikan tempo dari lini belakang. Setiap penyelamatan memberi kepercayaan diri kepada para pemain bertahan. Situasi ini sangat penting saat permainan Madrid belum sepenuhnya stabil.
Dalam pertandingan melawan Sevilla, Courtois mencatat beberapa penyelamatan krusial. Ia membaca arah serangan dengan tepat. Ia juga tampil tenang dalam duel satu lawan satu. Kehadirannya membuat tekanan lawan tidak berkembang.
Xabi Alonso memahami arti peran tersebut. Ia membutuhkan sosok yang bisa menjadi jangkar emosional tim. Courtois memenuhi kebutuhan itu dengan konsistensi tinggi.
Performa Madrid Belum Sepenuhnya Meyakinkan
Meski meraih kemenangan, Real Madrid belum menampilkan dominasi penuh. Aliran bola sering tersendat. Transisi menyerang juga kerap kehilangan momentum. Situasi ini memaksa tim bertahan lebih lama dari yang diharapkan.
Di sinilah peran Courtois menjadi krusial. Ia menutup celah yang muncul akibat ketidakseimbangan permainan. Tanpa kontribusinya, Madrid berpotensi kehilangan poin.
Alonso menyadari masalah ini. Ia menekankan pentingnya kontrol permainan. Namun, hingga kini, tim masih mencari ritme terbaik.
Bellingham Masih Mencari Konsistensi
Jude Bellingham tetap menjadi pemain kunci di lini tengah. Namun, performanya belum mencapai level terbaik secara konsisten. Beberapa laga menunjukkan pengaruh besar. Laga lainnya berjalan biasa saja.
Peran ganda yang ia jalani memengaruhi efektivitasnya. Bellingham harus membantu bertahan sekaligus membangun serangan. Beban tersebut membuat kontribusinya tidak selalu maksimal.
Meski begitu, Alonso tetap memberi kepercayaan. Ia menilai Bellingham sebagai investasi jangka panjang. Namun, saat ini, tim belum bisa bergantung sepenuhnya pada dirinya.
Vinicius Junior dalam Tekanan
Vinicius Junior menghadapi situasi yang lebih kompleks. Performa menurun memicu kritik dari publik Bernabeu. Beberapa keputusan di lapangan juga memancing reaksi negatif.
Tekanan itu berdampak pada kepercayaan dirinya. Vinicius sering kehilangan ketajaman di momen penting. Penyelesaian akhir yang biasanya tajam kini kurang efektif.
Alonso memilih pendekatan profesional. Ia menuntut disiplin taktik dan kerja tim. Hubungan mereka menjadi sorotan, tetapi pelatih tetap fokus pada kebutuhan tim secara keseluruhan.
Filosofi Xabi Alonso Menuntut Keseimbangan
Xabi Alonso membawa filosofi yang menekankan kontrol dan struktur. Ia tidak hanya mengejar permainan menyerang. Ia mengutamakan keseimbangan di semua lini.
Pendekatan ini membuat beberapa pemain harus beradaptasi. Winger dan gelandang mendapat tanggung jawab bertahan lebih besar. Dampaknya terlihat pada produktivitas serangan.
Namun, Alonso percaya proses ini penting. Ia ingin membangun tim yang solid. Ia menilai kestabilan sebagai fondasi utama kesuksesan.
Courtois Sebagai Pilar Mental
Selain kontribusi teknis, Courtois juga memegang peran mental. Pengalamannya memberi rasa aman kepada rekan setim. Ia sering memberi instruksi langsung di lapangan.
Sikap tenang Courtois menular. Pemain belakang bermain lebih percaya diri. Risiko kesalahan pun menurun.
Dalam situasi sulit, Courtois menjadi sosok pertama yang diandalkan. Alonso memahami nilai ini. Karena itu, ia menempatkan Courtois sebagai sandaran utama.
Tantangan Menuju Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Real Madrid menghadapi tantangan besar. La Liga dan Liga Champions menuntut konsistensi tinggi. Setiap kesalahan bisa berakibat fatal.
Alonso berencana melakukan evaluasi menyeluruh. Ia ingin memperjelas peran setiap pemain. Ia juga berusaha meningkatkan efektivitas lini serang.
Namun, satu hal sudah jelas. Courtois akan tetap menjadi titik awal stabilitas. Perannya sulit tergantikan dalam waktu dekat.
Kesimpulan: Pilar Utama Bernama Courtois
Real Madrid memiliki banyak bintang. Namun, musim ini menunjukkan fakta penting. Sandaran utama Xabi Alonso bukan Bellingham atau Vinicius, melainkan Thibaut Courtois.
Kiper asal Belgia itu menjaga keseimbangan tim. Ia menutup kelemahan yang muncul. Ia juga memberi ketenangan di momen krusial.
Jika Madrid ingin bersaing di level tertinggi, konsistensi Courtois menjadi kunci. Di tengah dinamika tim, ia berdiri sebagai fondasi paling kokoh.
