Gabriel Martinelli Raih Dua Kesuksesan Sekaligus Usai Arsenal Bungkam Club Brugge 3-0
newsfootball.id Arsenal menutup matchday 6 League Phase Liga Champions 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Club Brugge, Kamis (11/12/2025) dini hari WIB. Bertanding di Jan Breydel Stadium, The Gunners tampil dominan meski Mikel Arteta menurunkan beberapa pemain pelapis. Tim tamu tetap mengontrol jalannya laga dan pulang membawa tiga poin berharga.
Arsenal memanfaatkan dinamika pertandingan dengan efektif. Club Brugge mencoba bermain berani dan sempat menekan melalui serangan cepat, tetapi Arsenal merespons dengan struktur permainan yang lebih rapi. Para pemain menunjukkan konsistensi, termasuk mereka yang jarang mendapat menit bermain.
Noni Madueke membuka keunggulan Arsenal dan menjadi motor serangan utama. Aksinya di sisi kanan pertahanan Brugge sering menciptakan ketidakseimbangan. Setelah turun minum, Madueke kembali mencetak gol kedua untuk timnya. Dominasi Arsenal mencapai puncaknya ketika Gabriel Martinelli mengunci kemenangan lewat penyelesaian klinis.
Namun kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Martinelli mencatat dua kesuksesan besar sekaligus—performa gemilang dan sejarah baru yang ia ukir di Liga Champions.
Martinelli Torehkan Rekor Unik di Liga Champions
Gabriel Martinelli tampil efisien selama bertanding di markas Brugge. Ketika menerima umpan di area kotak penalti, ia menggiring bola dengan cepat, mengecoh satu pemain, lalu menembakkan bola keras yang gagal dibendung kiper tuan rumah. Gol itu menegaskan ketenangannya dalam situasi satu lawan satu sekaligus mengamankan kemenangan Arsenal.
Lebih dari sekadar penentu skor akhir, gol itu mengantarkan Martinelli mencetak rekor spesial. Menurut catatan Opta, Martinelli kini mencetak gol dalam lima laga beruntun di Liga Champions. Catatan tersebut belum pernah diraih pemain Arsenal sepanjang sejarah klub di kompetisi tersebut.
Rangkaian gol itu tercipta dalam pertandingan melawan Athletic Bilbao, Olympiakos, Atletico Madrid, Bayern München, dan Club Brugge. Konsistensi tersebut menunjukkan perkembangan pesat Martinelli sebagai pemain yang semakin matang dan berpengaruh di panggung Eropa.
OptaJoe melalui akun resminya di X menyampaikan data menarik:
“5 – Gabriel Martinelli adalah pemain Arsenal pertama yang mencetak gol dalam lima penampilan berturut-turut di Liga Champions UEFA, dan yang pertama di semua kompetisi besar Eropa sejak Thierry Henry pada 2000 (6).”
Catatan itu menggarisbawahi bahwa Martinelli mulai memasuki level performa yang sebelumnya hanya dicapai legenda seperti Thierry Henry.
Kesuksesan Kedua: Peluang Menyamai Rekor Thierry Henry
Selain mengukir rekor baru, Martinelli kini melangkah mendekati prestasi lain yang lebih besar. Thierry Henry, ikon Arsenal dan salah satu pencetak gol terbaik dalam sejarah klub, mencatatkan enam laga beruntun dengan gol di kompetisi Eropa pada tahun 2000. Rekor itu bertahan selama lebih dari dua dekade.
Martinelli hanya berjarak satu gol untuk menyamai pencapaian sang legenda. Laga tandang melawan Inter Milan pada 20 Januari 2026 menjadi kesempatan pertama bagi winger asal Brasil itu untuk menulis sejarah baru.
Martinelli tidak hanya bermain efisien, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk mengemban peran sebagai pemain kunci musim ini. Ia memiliki kecepatan, dribel yang tajam, dan keberanian mengambil keputusan di area berbahaya. Kombinasi itu menjadikannya salah satu ancaman terbesar Arsenal dalam beberapa pertandingan terakhir.
Arteta menilai Martinelli tumbuh sebagai pemain yang lebih dewasa dalam membaca ritme permainan. Ia memahami kapan harus menyerang langsung, kapan harus menahan tempo, dan kapan harus bergerak ke ruang kosong. Perkembangan itu membuat lini serang Arsenal semakin berbahaya.
Madueke Tampilkan Performa Gemilang
Selain Martinelli, Noni Madueke juga mencuri perhatian lewat dua golnya. Arteta memberi kepercayaan kepada pemain muda tersebut, dan Madueke membalasnya dengan performa eksplosif. Ia memanfaatkan ruang di sisi kanan, mengalahkan lawan dalam duel satu lawan satu, dan menciptakan peluang setiap kali memegang bola.
Gol pertamanya lahir dari tusukan cepat yang membuat Brugge kesulitan mengimbangi. Pada gol keduanya, Madueke menunjukkan insting penyerang dengan memanfaatkan bola liar dan melepaskan tembakan terukur. Aksi itu menunjukkan bahwa ia mulai beradaptasi dengan gaya permainan Arsenal.
Kehadiran Madueke dan Martinelli menciptakan ketidakseimbangan yang memaksa Brugge mundur semakin dalam. Keduanya memainkan peran penting untuk memastikan Arsenal tampil dominan selama pertandingan.
Arsenal Makin Percaya Diri Jelang Fase Berikutnya
Kemenangan 3-0 ini membawa Arsenal menutup fase grup dengan percaya diri. Arteta memanfaatkan pertandingan tersebut untuk merotasi pemain tanpa mengorbankan kualitas permainan. Tim tetap menjaga intensitas dan tampil disiplin, terutama dalam duel-duel penting di lini tengah.
Arsenal membutuhkan kemenangan ini untuk mempertahankan momentum. Konsistensi menjadi faktor penting dalam kompetisi sebesar Liga Champions, dan hasil ini memberikan dorongan besar bagi skuad Arteta menjelang pertandingan-pertandingan penting di Premier League dan babak knockout Liga Champions.
Para pemain memahami bahwa performa seperti ini harus mereka jaga jika mereka ingin bersaing dengan klub-klub besar Eropa. Arsenal membutuhkan kombinasi kreativitas, disiplin bertahan, dan efektivitas penyelesaian akhir. Kemenangan di Brugge menunjukkan bahwa tim ini mulai menemukan pola permainan yang stabil.
Tantangan Berikutnya dan Fokus Arsenal
Arsenal akan menghadapi Wolves pada 14 Desember 2025 di Premier League. Arteta akan mengatur rotasi pemain dengan hati-hati agar tim tetap bugar. Martinelli dan Madueke kemungkinan besar kembali menjadi bagian penting dalam skema serangan.
Martinelli sendiri akan menjadikan laga di Liga Champions melawan Inter Milan pada Januari sebagai fokus utama untuk mengejar sejarah. Jika ia mencetak gol lagi, ia tidak hanya menyamai rekor Henry, tetapi juga memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh Arsenal.
Di sisi lain, Arteta menginginkan para pemain tetap fokus. Menurutnya, rekor individu tidak boleh mengalihkan perhatian tim dari tujuan utama yakni meraih gelar.
Kesimpulan: Malam Sempurna bagi Arsenal dan Martinelli
Laga melawan Club Brugge memberikan dua kesuksesan sekaligus bagi Gabriel Martinelli:
- Rekor pribadi sebagai pemain Arsenal pertama yang mencetak gol dalam lima pertandingan beruntun di Liga Champions.
- Peluang besar untuk menyamai bahkan melampaui rekor Thierry Henry di kompetisi Eropa.
Arsenal juga mendapatkan keuntungan besar dari kemenangan ini—kepercayaan diri meningkat, rotasi berjalan efektif, dan kualitas permainan tetap konsisten. Madueke dan Martinelli tampil menonjol sebagai motor serangan, sementara Arteta terus membangun skuad yang solid dan kompetitif.
Jika Martinelli mampu menjaga performa ini, ia berpotensi masuk daftar pemain elite Eropa musim ini. Perjalanan Arsenal di Liga Champions pun semakin menarik untuk diikuti.

