Jadwal Piala Dunia FIFA 2026 Resmi Dirilis: “Ramai” — Tapi Tidak Bersahabat bagi Pekerja Kantoran Indonesia
newsfootball.id Jakarta – Pada Minggu (7/12/2025), FIFA secara resmi merilis jadwal pertandingan untuk Piala Dunia FIFA 2026. Turnamen internasional terpopuler ini rencananya akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 — bertempat di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dengan 48 tim peserta — meningkat signifikan dibanding edisi-edisi sebelumnya — turnamen ini menjanjikan edisi paling meriah dan inklusif dalam sejarah. Namun di balik antusiasme itu, jadwal pertandingan yang dirilis dinilai “tidak ramah” bagi publik Indonesia, terutama bagi pekerja kantoran.
Bagi para penggemar sepakbola di Indonesia — baik pecinta klub, timnas, maupun olahraga secara umum — pengumuman jadwal ini tentu menjadi momen penting. Kurang dari setahun sejak drawing (undian) grup dan konfirmasi tim-tim peserta, sekarang fans bisa mulai merencanakan bagaimana mereka akan mengikuti turnamen terbesar dunia ini: apakah akan begadang, menonton siaran ulang, ikut nonton bareng (nobar), atau sekadar menikmati highlights.
Namun, realitasnya berbeda. Untuk banyak pekerja kantoran, terutama mereka yang harus masuk pagi, begadang pada tengah malam sampai dini hari seperti pada kickoff 02.00 WIB — bisa berarti kehilangan jam tidur, dan bila dilakukan berulang — bisa mempengaruhi kesehatan maupun performa kerja.
Meski begitu, ada sisi positifnya: karena turnamen membentang dari Juni hingga Juli — umumnya periode libur sekolah atau libur tahunan — sebagian penonton bisa menyesuaikan jadwal. Apalagi bagi mereka yang fleksibel, mahasiswa, pekerja lepas, atau mereka yang ingin menonton di waktu yang relatif lebih memungkinkan.
Media penyiaran — televisi maupun streaming — kemungkinan besar akan mendapatkan lonjakan besar dalam trafik dan permintaan tayangan ulang (replays), mengingat jam siaran langsung sebagian besar tidak ideal bagi penonton di Indonesia. Streaming on-demand, highlight, dan ringkasan sorotan pertandingan kemungkinan akan menjadi primadona.
Bagi bar, kafe, dan komunitas pecinta sepakbola — era “nobar dini hari” bisa kembali booming. Banyak penggemar sepakbola akan mencari cara untuk tetap menikmatinya bersama teman atau komunitas, meskipun harus begadang.

