Veda Ega Pratama Sebut Marc Marquez dan Jett Lawrence Jadi Inspirasi Tampil Garang di Moto3
Newsfootball.id – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengungkapkan dua sosok yang menjadi sumber inspirasinya dalam dunia balap motor. Dalam menghadapi debutnya di ajang Moto3 musim 2026, ia mengaku banyak belajar dari gaya balap dan mentalitas dua pembalap top dunia, yakni Marc Marquez dan Jett Lawrence.
Menurut Veda, kedua pembalap tersebut memiliki karakter kuat yang membuatnya termotivasi untuk tampil lebih agresif dan kompetitif di lintasan. Semangat juang serta konsistensi yang ditunjukkan oleh Marquez dan Lawrence menjadi contoh nyata bagi dirinya dalam mengembangkan kemampuan sebagai pembalap profesional.
Terinspirasi Mental Juara Marc Marquez
Dalam dunia balap motor, Marc Marquez dikenal sebagai salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah. Pembalap asal Spanyol tersebut telah meraih sembilan gelar juara dunia, termasuk beberapa gelar di kelas MotoGP.
Bagi Veda, Marquez bukan hanya sekadar pembalap hebat, tetapi juga simbol mental juara yang pantang menyerah. Ia mengaku kagum dengan kemampuan Marquez untuk bangkit dari berbagai cedera dan tetap tampil kompetitif di lintasan.
Veda bahkan menyebut bahwa gaya balap agresif Marquez menjadi salah satu referensi penting bagi dirinya ketika berusaha meningkatkan performa di Moto3.
Dalam berbagai kesempatan, Veda juga pernah bertemu langsung dengan Marquez ketika sang juara dunia masih membela tim Repsol Honda. Pertemuan tersebut semakin memperkuat motivasi Veda untuk menapaki karier balap di level dunia.
Kagum dengan Dominasi Jett Lawrence
Selain Marquez, Veda juga mengaku sangat terinspirasi oleh pembalap motocross asal Australia, Jett Lawrence. Pembalap muda tersebut dikenal sebagai salah satu bintang besar di dunia Supercross dan Motocross.
Jett Lawrence telah meraih berbagai gelar prestisius, termasuk beberapa kemenangan di ajang AMA Supercross dan SuperMotocross. Konsistensi performanya membuat Lawrence dianggap sebagai salah satu pembalap motocross terbaik di generasinya.
Veda menilai Lawrence memiliki karakter balap yang sangat kuat, terutama dalam hal keberanian dan ketangguhan menghadapi tekanan kompetisi.
Menurutnya, kombinasi gaya balap agresif Marquez dan konsistensi Lawrence menjadi inspirasi yang sangat berharga bagi perjalanan kariernya di dunia balap motor profesional.
Ia menyebut kedua pembalap tersebut sangat kuat di kategori masing-masing dan selalu menunjukkan performa terbaik di setiap kompetisi.
Debut Penting di Moto3 Bersama Honda Team Asia
Musim 2026 menjadi momen penting bagi Veda Ega Pratama karena ia menjalani debutnya di kejuaraan dunia Grand Prix kelas Moto3. Dalam kompetisi tersebut, ia membela tim Honda Team Asia.
Keikutsertaan Veda di Moto3 menandai langkah besar bagi pembalap Indonesia di ajang balap motor dunia. Moto3 merupakan kelas pembinaan dalam kejuaraan dunia Grand Prix yang sering menjadi batu loncatan bagi pembalap menuju Moto2 dan MotoGP.
Banyak pembalap top dunia memulai karier mereka dari kelas ini sebelum akhirnya menjadi juara di level tertinggi.
Bagi Veda, debut di Moto3 bukan hanya sekadar kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.
Latihan Keras di Tengah Jadwal Sekolah
Untuk menghadapi musim debutnya di Moto3, Veda menjalani berbagai program latihan intensif selama masa jeda musim dingin. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk meningkatkan kondisi fisik serta kemampuan teknisnya di atas motor.
Namun, tantangan yang dihadapi Veda tidak hanya berasal dari dunia balap. Sebagai pembalap muda, ia juga masih harus menjalani pendidikan formal.
Karena itu, jadwal latihannya harus disesuaikan dengan kegiatan sekolah. Meskipun demikian, Veda tetap berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier balapnya.
Ia menyadari bahwa disiplin dan kerja keras merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan di dunia motorsport.
Mimpi Menjadi Atlet Red Bull
Selain menjalani debut di Moto3, Veda juga berhasil meraih pencapaian penting lainnya dalam kariernya. Ia kini menjadi salah satu pembalap yang mendapatkan dukungan dari perusahaan minuman energi global Red Bull.
Bagi Veda, status sebagai Red Bull Athlete merupakan mimpi yang telah ia impikan sejak kecil.
Dukungan tersebut tidak hanya memberikan fasilitas tambahan bagi perkembangan kariernya, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan terhadap potensi yang dimilikinya sebagai pembalap muda berbakat.
Dengan dukungan sponsor besar dan tim yang solid, Veda memiliki peluang untuk terus berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Harapan Besar dari Penggemar Indonesia
Keikutsertaan Veda Ega Pratama di Moto3 juga membawa harapan besar dari para penggemar balap motor di Indonesia. Banyak yang berharap ia mampu mengikuti jejak para pembalap Asia lainnya yang sukses menembus level tertinggi balap motor dunia.
Moto3 sendiri dikenal sebagai kelas yang sangat kompetitif karena diikuti oleh banyak pembalap muda berbakat dari berbagai negara.
Setiap balapan biasanya berlangsung sangat ketat dengan selisih waktu yang sangat tipis antara para pembalap.
Karena itu, kemampuan untuk tampil konsisten dan berani mengambil risiko menjadi faktor penting dalam meraih hasil maksimal.
Motivasi Besar untuk Masa Depan
Bagi Veda, menjadikan Marc Marquez dan Jett Lawrence sebagai inspirasi bukan sekadar bentuk kekaguman. Ia menjadikan kedua pembalap tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mentalitas balapnya.
Ia percaya bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah, dirinya bisa mencapai prestasi besar di masa depan.
Perjalanan Veda di Moto3 musim 2026 tentu masih panjang. Namun, dengan inspirasi dari para juara dunia serta dukungan tim yang kuat, pembalap muda Indonesia ini memiliki peluang besar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung balap motor dunia.

