Legenda Bulu Tangkis Harap Campus League Badminton Jadi Ajang Tahunan
Newsfootball.id – Legenda Bulu Tangkis Harap Campus League Badminton Jadi Ajang Tahunan
BANDUNG – Ajang Campus League Badminton 2026 mendapat perhatian dari legenda bulu tangkis Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja. Setelah menyaksikan langsung persaingan para mahasiswa pada Regional Bandung, Ricky berharap kompetisi tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang konsisten.
Campus League Badminton Regional Bandung resmi berakhir di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026). Turnamen tersebut mempertemukan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang bersaing dalam kategori beregu maupun individu.
Menurut Ricky, pertandingan yang berlangsung di Regional Bandung memperlihatkan semangat tinggi dari para peserta. Ia menilai mahasiswa yang mengikuti kompetisi tersebut tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengejar prestasi, tetapi juga memperoleh pengalaman bertanding yang penting bagi perkembangan kemampuan mereka.
Ricky yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 1996 bersama Rexy Mainaky juga melihat langsung bagaimana para student-athlete berusaha mempertahankan permainan dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Ricky Soebagdja Apresiasi Performa Student-Athlete
Ricky memberikan apresiasi terhadap penampilan peserta Campus League Badminton Regional Bandung. Menurutnya, para mahasiswa mampu menunjukkan motivasi dan daya juang sepanjang pertandingan.
Ia juga memiliki alasan khusus ketika memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut. GOR Bandung merupakan salah satu tempat yang memiliki kenangan tersendiri bagi Ricky ketika masih aktif sebagai atlet.
Selain pernah berlatih di lokasi tersebut pada masa mudanya, Ricky juga pernah menyaksikan sejumlah pertandingan bulu tangkis di GOR Bandung.
Karena itu, menyaksikan para mahasiswa bertanding di tempat yang memiliki nilai historis tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Ricky.
Ia melihat para peserta mampu memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Semangat bertanding, kerja sama tim, serta keberanian untuk berjuang hingga akhir pertandingan menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian.
Sistem pertandingan yang menggunakan target poin 55 juga dinilai memberikan tantangan tersendiri. Format tersebut membuat kekompakan antaranggota tim menjadi salah satu unsur penting dalam pertandingan beregu.
Ricky menilai kompetisi seperti Campus League dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan sekaligus membangun pengalaman menghadapi tekanan pertandingan.
Campus League Diharapkan Menjadi Kompetisi Tahunan
Ricky berharap Campus League Badminton tidak berhenti sebagai kompetisi yang hanya berlangsung satu kali. Ia mendukung rencana agar ajang tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun.
Menurut Ricky, kompetisi yang diselenggarakan secara konsisten dapat menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan jam terbang. Para student-athlete juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Dengan adanya agenda yang berkelanjutan, mahasiswa dapat mempersiapkan diri lebih baik sebelum mengikuti kompetisi berikutnya.
Selain itu, penyelenggaraan secara rutin dapat menciptakan kompetisi yang lebih ditunggu oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Pandangan tersebut sejalan dengan rencana Campus League untuk memperluas cakupan kompetisi. CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut penyelenggaraan tahun pertama menjadi tahap awal untuk membangun budaya kompetisi bulu tangkis di lingkungan perguruan tinggi.
Campus League pada tahun pertama telah menggelar Regional Semarang dan Regional Bandung. Ke depan, penyelenggara membuka kemungkinan untuk menjangkau lebih banyak kota dan perguruan tinggi.
BINUS Jakarta Juara Regional Bandung
Pada kategori beregu Regional Bandung, Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta keluar sebagai juara setelah melewati pertandingan final yang berlangsung ketat melawan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pertandingan yang digelar di GOR Bandung tersebut harus ditentukan melalui persaingan hingga tiga gim. BINUS akhirnya mengamankan gelar setelah memenangkan pertarungan dengan skor 45-55, 55-44, dan 55-53.
Pertandingan final berlangsung dengan selisih angka yang tipis. Kedua tim beberapa kali saling mengejar dan mempertahankan peluang untuk menjadi juara.
Pada gim pembuka, UNJ berhasil mengambil kendali pertandingan. Namun, BINUS mampu memberikan respons pada gim berikutnya dan mengubah momentum pertandingan.
Gim penentuan menjadi bagian paling menegangkan karena kedua tim terus berusaha mendapatkan keunggulan. BINUS akhirnya mampu mempertahankan konsentrasi pada poin-poin akhir dan memastikan kemenangan.
Universitas Budi Luhur Jakarta kemudian menempati posisi ketiga setelah mengalahkan Universitas Gunadarma Depok. Dengan hasil tersebut, empat tim semifinalis Regional Bandung mendapatkan kesempatan melanjutkan perjuangan ke fase The Nationals.
Persaingan Mahasiswa Jadi Bagian Pembinaan
Campus League Badminton tidak hanya mempertandingkan kategori beregu. Kompetisi tersebut juga memberikan ruang kepada mahasiswa untuk bertanding dalam sejumlah nomor individu.
Kategori individu mencakup tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, serta nomor 3v3. Sementara kategori beregu menggunakan format point relay dengan target 3×55 poin.
Format tersebut memberikan variasi bagi peserta. Mahasiswa yang memiliki kemampuan di nomor individu dapat menunjukkan kualitas permainan masing-masing, sedangkan kategori beregu menguji strategi dan kekompakan tim.
Pada Regional Bandung, Nopriansyah Adi Gunawan dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menjadi juara tunggal putra. Sementara Maria Veronica Ngadien Prawesti dari Universitas Padjadjaran meraih gelar pada nomor tunggal putri.
Gelar ganda putra menjadi milik Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus dari Universitas Komputer. Pada ganda putri, Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti dari Universitas Budi Luhur menjadi pemenang.
Untuk ganda campuran, Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono dari Universitas Negeri Jakarta keluar sebagai juara. Sementara nomor 3v3 dimenangkan Agnia Sri Rahayu/Rangga Arda Rheta/Deandra Ikhsan Gunawan dari STKIP Pasundan Cimahi.
23 Kampus Ikut Regional Bandung
Campus League Badminton Regional Bandung diikuti 23 perguruan tinggi. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Regional Semarang yang diikuti 17 kampus.
Kompetisi Regional Bandung juga menggunakan empat lapangan di GOR Bandung. Penambahan jumlah lapangan dilakukan setelah evaluasi penyelenggaraan Regional Semarang yang mengalami pertandingan hingga larut malam akibat adanya peserta yang harus bermain di beberapa nomor.
Selain memberikan ruang pertandingan bagi mahasiswa, penyelenggaraan ini juga menjadi bagian dari proses seleksi menuju The Nationals.
Untuk kategori individu, peserta yang berhasil mencapai babak perempat final memperoleh tiket ke tingkat nasional. Sementara pada kategori beregu, empat tim semifinalis dari masing-masing regional mendapatkan tempat di The Nationals.
The Nationals Digelar di Bandung
Setelah Regional Bandung dan Semarang selesai, para peserta terpilih akan melanjutkan persaingan ke The Nationals.
Fase nasional Campus League Badminton dijadwalkan berlangsung di GOR Bandung pada 21-25 September 2026. Para peserta terbaik dari Regional Bandung akan bertemu dengan wakil Regional Semarang dalam perebutan gelar tingkat nasional.
Keberadaan fase nasional membuat perjalanan para peserta tidak berhenti setelah menyelesaikan pertandingan regional. Mahasiswa yang berhasil lolos masih harus mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan dari wilayah lain.
Bagi para student-athlete, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman untuk mengukur kemampuan mereka dalam persaingan yang lebih luas.
Membuka Peluang untuk Talenta Baru
Dukungan Ricky Soebagdja terhadap rencana menjadikan Campus League sebagai ajang tahunan menunjukkan adanya perhatian terhadap kompetisi bulu tangkis di lingkungan perguruan tinggi.
Kompetisi mahasiswa dapat menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan atlet muda dengan pengalaman pertandingan yang lebih beragam. Konsistensi penyelenggaraan juga memungkinkan lebih banyak mahasiswa mendapatkan kesempatan tampil.
Penyelenggara Campus League menyatakan ke depan kompetisi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak perguruan tinggi di Pulau Jawa, termasuk kemungkinan memperluas penyelenggaraan ke Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya.
Jika kompetisi tersebut terus berkembang, jumlah peserta dan perguruan tinggi yang terlibat berpotensi bertambah. Hal itu sekaligus membuka ruang bagi munculnya lebih banyak student-athlete yang memiliki pengalaman kompetitif.
Untuk saat ini, perhatian beralih ke The Nationals yang mempertemukan peserta terbaik dari Regional Bandung dan Semarang. Hasil dari fase tersebut akan menjadi bagian penting dalam perjalanan perdana Campus League Badminton 2026.
Di luar hasil pertandingan, penyelenggaraan Campus League juga membawa misi membangun budaya kompetisi bulu tangkis di kalangan mahasiswa. Harapan Ricky Soebagdja agar ajang tersebut dapat menjadi kompetisi tahunan menunjukkan pentingnya kesinambungan dalam memberikan ruang bertanding kepada generasi muda.
Dengan adanya kompetisi yang teratur, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk terus berlatih, bertanding, mengevaluasi kemampuan, dan mendapatkan pengalaman baru. Campus League pun diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu wadah olahraga mahasiswa di Indonesia.

