BolatainmentDuniaJadwal & SkorNews

Fabregas Lekas Lupakan Kemenangan Bersejarah Como di Liga Champions demi Parma

Newsfootball.id – Fabregas Lekas Lupakan Kemenangan Bersejarah Como di Liga Champions demi Parma

COMO – Cesc Fabregas meminta para pemain Como 1907 tidak terlalu lama larut dalam euforia setelah mencatat kemenangan bersejarah pada debut mereka di Liga Champions. Pelatih asal Spanyol tersebut langsung mengalihkan perhatian tim kepada pertandingan Serie A melawan Parma yang sudah menanti.

Como menorehkan sejarah dengan mengalahkan RB Leipzig 4-1 pada laga perdana mereka di fase liga Liga Champions 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (10/9/2026) malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB itu menjadi momen penting dalam perjalanan klub.

Bermain untuk pertama kalinya di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa, Como justru tampil percaya diri. Martin Baturina membuka keunggulan pada menit ke-15, kemudian Anastasios Douvikas menggandakan skor sebelum turun minum.

Pada babak kedua, Assane Diao kembali membuat publik tuan rumah bersorak. RB Leipzig sempat memperkecil ketertinggalan melalui Andrija Maksimovic, tetapi Máximo Perrone memastikan kemenangan Como dengan gol pada menit ke-90. UEFA mencatat Como menang 4-1 dan Martin Baturina terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan.

Fabregas Tak Mau Tim Terbuai

Bagi Fabregas, kemenangan tersebut jelas memiliki arti besar. Como baru pertama kali tampil di Liga Champions, tetapi mampu langsung menaklukkan lawan dengan reputasi kuat dari Bundesliga.

Meski demikian, sang pelatih tidak ingin hasil tersebut membuat tim kehilangan fokus terhadap kompetisi domestik.

Fabregas menyadari perjalanan musim masih panjang. Setelah menghadapi Leipzig, Como harus kembali menghadapi tuntutan Serie A. Parma menjadi lawan berikutnya dan pertandingan tersebut membutuhkan konsentrasi yang sama.

Dalam pernyataannya seusai pertandingan, Fabregas menekankan bahwa malam bersejarah tersebut memang layak dirayakan. Namun, kebahagiaan itu harus segera disimpan karena tim harus mempersiapkan pertandingan berikutnya.

Ia bahkan meminta para pemain menunjukkan intensitas dan rasa lapar yang sama ketika kembali bermain di liga.

Como Tampil Mengesankan di Debut Liga Champions

Kemenangan atas Leipzig menjadi bukti bahwa Como tidak datang ke Liga Champions hanya untuk melengkapi jumlah peserta.

Sebagai klub debutan, Como justru menunjukkan keberanian sejak awal pertandingan. Mereka mampu memanfaatkan peluang dan menjaga organisasi permainan ketika menghadapi tekanan dari lawan.

Gol pertama yang dicetak Baturina menjadi tonggak sejarah karena merupakan gol pertama Como dalam kompetisi Liga Champions. Douvikas kemudian membuat posisi tuan rumah semakin nyaman sebelum babak pertama berakhir.

Pada paruh kedua, Diao memperbesar keunggulan melalui serangan yang efektif. Leipzig memang sempat mendapatkan gol balasan, tetapi Como mampu mempertahankan kendali pertandingan hingga Perrone mencetak gol keempat pada penghujung laga.

Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan pesat Como dalam beberapa tahun terakhir.

Perjalanan Como Berubah Drastis

Como bukanlah klub yang selama bertahun-tahun menjadi langganan kompetisi Eropa. Perjalanan mereka menuju Liga Champions merupakan hasil dari perkembangan bertahap yang berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Klub tersebut bahkan pernah berada di kasta rendah sepak bola Italia sebelum perlahan naik hingga Serie A. Di bawah proyek yang dibangun bersama manajemen klub dan Fabregas, Como berkembang menjadi tim yang mampu bersaing dengan klub-klub papan atas Italia.

Musim sebelumnya menjadi titik penting karena Como berhasil mengamankan tiket menuju Liga Champions. Kini, mereka berhasil membuktikan bahwa kelayakan tampil di Eropa bukan sekadar kebetulan.

Kemenangan 4-1 atas Leipzig menjadi pesan awal bahwa Como ingin menikmati perjalanan tersebut sekaligus bersaing secara serius.

Parma Sudah Menunggu

Namun, Fabregas mengetahui bahwa pertandingan di Liga Champions tidak boleh membuat Como melupakan Serie A.

Parma menjadi tantangan berikutnya. Pertandingan domestik memiliki arti penting karena konsistensi di liga merupakan salah satu fondasi utama keberhasilan Como sepanjang musim.

Fabregas tentu harus mengelola kondisi fisik pemain setelah pertandingan dengan intensitas tinggi melawan Leipzig. Rotasi pemain juga berpotensi menjadi pertimbangan, terutama karena Como harus menjalani jadwal yang semakin padat.

Bermain di dua kompetisi sekaligus membutuhkan kedalaman skuad. Pemain yang tampil sebagai starter menghadapi Leipzig harus segera memulihkan kondisi, sementara pemain lain dituntut siap ketika mendapat kesempatan.

Inilah salah satu tantangan terbesar bagi Como setelah berhasil mencapai panggung Eropa.

Mentalitas Menjadi Perhatian Fabregas

Selain persoalan fisik, Fabregas juga perlu menjaga kondisi mental para pemain.

Kemenangan besar pada debut Liga Champions dapat meningkatkan kepercayaan diri. Namun, euforia berlebihan justru bisa menjadi masalah ketika tim kembali menghadapi pertandingan domestik.

Pelatih berusia 39 tahun tersebut tampaknya memahami situasi itu. Karena itu, pesan yang disampaikan setelah pertandingan bukan hanya pujian, tetapi juga pengingat agar para pemain segera kembali fokus.

Como harus mempertahankan mentalitas yang sama ketika menghadapi Parma. Performa bagus melawan Leipzig akan kehilangan sebagian nilainya jika tim kemudian kehilangan konsentrasi di Serie A.

Konsistensi menjadi kata kunci bagi Como dalam menghadapi musim yang semakin berat.

Peran Pemain Muda Semakin Penting

Kemenangan atas Leipzig juga memperlihatkan potensi sejumlah pemain muda Como.

Baturina menjadi pencetak gol pertama klub di Liga Champions, sementara Diao dan Perrone turut mencatatkan nama di papan skor. Douvikas juga berperan penting dengan mencetak gol kedua.

Keberadaan pemain-pemain tersebut memberikan Fabregas sejumlah pilihan untuk membangun tim dalam jangka panjang.

Como tidak hanya membutuhkan pemain berpengalaman, tetapi juga talenta yang dapat berkembang bersama proyek klub. Kompetisi Eropa memberikan pengalaman berharga bagi mereka untuk menghadapi lawan dengan karakter dan kualitas berbeda.

Pengalaman tersebut juga dapat membantu para pemain muda meningkatkan kematangan ketika kembali bermain di kompetisi domestik.

Fabregas dan Proyek Besar Como

Perjalanan Fabregas bersama Como menjadi salah satu cerita menarik dalam perkembangan klub.

Mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea tersebut awalnya bergabung dengan Como sebagai pemain sebelum beralih ke peran pelatih. Ia kemudian menjadi bagian penting dalam proyek pembangunan tim.

Fabregas membawa pengalaman dari level tertinggi sepak bola Eropa ke dalam ruang ganti Como. Pengalamannya sebagai pemain yang pernah menjuarai Liga Premier, Piala Dunia, serta berbagai kompetisi elite menjadi modal dalam membangun mentalitas tim.

Kini, ia menghadapi tantangan berbeda sebagai pelatih. Ia bukan hanya harus mempersiapkan strategi pertandingan, tetapi juga mengelola ekspektasi setelah Como memasuki level kompetisi yang lebih tinggi.

Jangan Sampai Serie A Terlupakan

Kemenangan atas Leipzig memang menjadi sejarah. Namun, Fabregas ingin memastikan Como tidak menjadikan pencapaian tersebut sebagai tujuan akhir.

Liga Champions masih memiliki perjalanan panjang. Pada saat yang sama, Serie A tetap menjadi kompetisi yang harus dijalani setiap pekan.

Bagi Como, mempertahankan posisi dan performa di liga akan menjadi tantangan besar. Jadwal padat dapat menguji kedalaman skuad, sementara pertandingan Eropa berpotensi menguras energi pemain.

Karena itu, keputusan Fabregas untuk segera mengalihkan fokus ke Parma menjadi sangat masuk akal.

Como perlu belajar menikmati kemenangan tanpa kehilangan ambisi untuk pertandingan berikutnya.

Kemenangan Bersejarah, Tantangan Lebih Besar

Debut Como di Liga Champions berakhir dengan cara yang nyaris sempurna. Menang 4-1 atas Leipzig, mencetak empat gol, dan menunjukkan permainan berani membuat malam tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah klub.

Namun, bagi Fabregas, pekerjaan belum selesai.

Ia harus memastikan para pemain tidak berhenti pada pencapaian bersejarah tersebut. Parma menjadi ujian berikutnya untuk melihat apakah Como benar-benar mampu menjaga konsistensi di tengah jadwal padat.

Bagi klub yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan sangat cepat, fase berikutnya justru menjadi ujian yang lebih berat.

Liga Champions memberikan panggung besar, tetapi Serie A menuntut konsistensi setiap pekan. Fabregas memahami bahwa Como harus mampu menjalani keduanya secara bersamaan.

Karena itu, kemenangan bersejarah atas Leipzig boleh dirayakan, tetapi hanya untuk sementara. Setelah itu, Como harus kembali bekerja dan menatap Parma dengan mentalitas yang sama.

Bagi Fabregas, sejarah memang sudah tercipta. Kini waktunya membuktikan bahwa Como bukan sekadar pendatang baru di Liga Champions, melainkan klub yang serius membangun masa depan di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *