3 Wakil Tumbang, Nathan Barki jadi Tumpuan Indonesia di Seri 5 ITF M15 Bali 2026
Newsfootball.id – 3 Wakil Tumbang, Nathan Barki Jadi Tumpuan Indonesia di Seri 5 ITF M15 Bali 2026
NUSA DUA – Petenis tunggal putra Indonesia, Nathan Barki, menjadi harapan terakhir tuan rumah di nomor tunggal setelah berhasil menembus babak perempat final ITF World Tennis Tour M15 Amman Mineral Men’s World Tennis Championship 2026 Seri 5 di Bali.
Nathan memastikan tempat di delapan besar setelah membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama asal Selandia Baru, Anthon Shepp, dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Kamis (10/9/2026).
Petenis Indonesia berusia 21 tahun tersebut tampil solid untuk mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-4, 6-3. Hasil itu sekaligus membuat Nathan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor tunggal putra turnamen seri kelima tersebut.
Perjalanan Nathan semakin menarik perhatian karena lawan yang dihadapinya bukan pemain sembarangan. Shepp merupakan unggulan pertama sekaligus petenis dengan peringkat ATP 499. Namun, Nathan mampu mengatasi tekanan dan mengakhiri pertandingan dalam waktu sekitar satu jam 10 menit.
Nathan Tampil Tenang Hadapi Unggulan Pertama
Menghadapi pemain dengan servis keras dan permainan agresif seperti Shepp, Nathan tidak memilih untuk meladeni pertandingan dengan tempo tinggi sepanjang laga.
Petenis tuan rumah tersebut justru mengandalkan permainan yang lebih sabar. Ia berusaha menjaga penempatan bola dan memperpanjang reli untuk membuat lawan kesulitan mengembangkan pola permainan terbaiknya.
Strategi tersebut berjalan efektif sejak set pertama. Nathan mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhirnya mengamankan set pembuka dengan skor 6-4.
Memasuki set kedua, Shepp berusaha meningkatkan tekanan. Namun, Nathan tetap mampu menjaga konsentrasi dan tidak memberikan banyak kesempatan kepada lawannya untuk mengambil kendali.
Kesalahan yang dilakukan Shepp juga dimanfaatkan dengan baik. Nathan kemudian mengunci kemenangan 6-3 sekaligus memastikan tiket menuju babak perempat final.
Usai pertandingan, Nathan mengakui bahwa menghadapi Shepp bukan perkara mudah. Servis keras dan gaya bermain agresif lawannya menjadi tantangan tersendiri.
Namun, ketenangan serta penerapan strategi yang tepat membuat Nathan mampu melewati pertandingan penting tersebut.
Rifqi Fitriadi Harus Tersingkir
Keberhasilan Nathan sayangnya tidak diikuti Muhamad Rifqi Fitriadi.
Rifqi yang berstatus unggulan kedua justru harus mengakhiri perjalanannya di babak kedua setelah menghadapi petenis Australia, Hayden Jones.
Pertandingan berlangsung ketat dan berjalan selama sekitar dua jam. Rifqi sempat memberikan perlawanan sengit sejak set pertama, tetapi Jones mampu mengamankan keunggulan 7-5.
Pada set kedua, Rifqi berusaha bangkit dan memaksa pertandingan berjalan lebih ketat. Namun, Jones tetap mampu menjaga permainannya hingga pertandingan harus ditentukan melalui tiebreak.
Jones akhirnya memenangkan tiebreak dengan skor 10-8 dan memastikan kemenangan dua set langsung. Hasil tersebut membuat Rifqi, yang menjadi salah satu andalan Indonesia di turnamen ini, harus tersingkir lebih awal.
Kegagalan Rifqi menjadi salah satu hasil yang cukup mengejutkan mengingat statusnya sebagai unggulan kedua.
Rafalentino Juga Gagal Melangkah
Nasib kurang beruntung juga dialami Rafalentino Ali Da Costa.
Petenis muda Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan unggulan kelima asal India, Karan Singh. Rafalentino tidak mampu menemukan permainan terbaiknya dan akhirnya kalah dalam dua set langsung.
Pertandingan berakhir dengan skor 0-6, 3-6 untuk kemenangan Karan Singh.
Kekalahan tersebut membuat perjalanan Rafalentino di nomor tunggal Seri 5 ITF M15 Bali harus berakhir. Padahal, ia sebelumnya menjadi salah satu pemain Indonesia yang berhasil menembus babak kedua turnamen.
Rafalentino memang masih memiliki kesempatan tampil di nomor ganda. Ia berpasangan dengan Ethan David Zapp, pasangan yang sebelumnya menunjukkan performa positif dalam rangkaian turnamen ITF M15 di Bali.
Namun, perjuangan mereka juga akhirnya terhenti.
Ganda Rafalentino-Ethan Ikut Tumbang
Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp menghadapi pasangan Alexander Chang dan Pablo Perez Ramos pada babak perempat final ganda putra.
Pasangan Indonesia tersebut tidak mampu mengulangi performa positif mereka dari pertandingan sebelumnya. Mereka akhirnya kalah dua set langsung dengan skor 3-6, 4-6.
Hasil tersebut sekaligus membuat Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor ganda putra pada Seri 5.
Sebelumnya, dua pasangan Indonesia lainnya juga sudah lebih dulu tersingkir pada babak pertama.
Ethan Jake Frans/M. Ragil Putra kalah dari pasangan unggulan ketiga asal Selandia Baru, Nick Beamish/Matthew Shearer. Sementara itu, Kareem Abdul Hakim/Andrez Nech juga harus mengakhiri langkah setelah kalah dari pasangan Arjun Mehrotra/Ryotaro Taguchi.
Dengan demikian, Nathan menjadi tumpuan utama Indonesia yang tersisa dalam perebutan gelar di nomor tunggal.
Perjalanan Nathan Sudah Menjanjikan
Penampilan Nathan di Seri 5 bukanlah hasil yang muncul secara tiba-tiba.
Pada babak pertama, ia lebih dahulu mengalahkan petenis Taiwan Kai-i Wang. Nathan menang dua set langsung dengan skor 6-2, 6-2 pada pertandingan yang berlangsung selama 54 menit.
Dalam laga tersebut, Nathan mampu memanfaatkan reli panjang untuk menekan lawannya. Pola permainan tersebut membuat Kai-i Wang melakukan sejumlah kesalahan dan kesulitan mengembangkan serangan.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting sebelum Nathan menghadapi Shepp.
Jika pada babak pertama ia mampu mengontrol permainan menghadapi petenis Taiwan, tantangan pada babak kedua jauh lebih berat karena harus berhadapan dengan unggulan pertama.
Namun, Nathan kembali menunjukkan konsistensi.
Kemenangan atas Shepp sekaligus menjadi salah satu pencapaian penting Nathan dalam turnamen yang digelar di hadapan publik sendiri.
Tuan Rumah Masih Berpeluang
Tersingkirnya sejumlah pemain Indonesia memang membuat kekuatan tuan rumah berkurang. Namun, keberadaan Nathan di perempat final memberikan peluang untuk tetap melihat wakil Indonesia melangkah jauh.
Status sebagai pemain tuan rumah dapat menjadi keuntungan tersendiri. Dukungan penonton di Bali Beach Country Club bisa memberikan tambahan energi bagi Nathan dalam menghadapi lawan berikutnya.
Meski demikian, perjalanan menuju gelar juara masih panjang. Nathan harus kembali menjaga kondisi fisik, konsentrasi, serta strategi permainan karena pertandingan babak delapan besar akan menghadirkan tantangan yang tidak kalah berat.
Kemenangan atas unggulan pertama juga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.
Nathan menunjukkan bahwa peringkat dan status unggulan lawan bukan menjadi penghalang mutlak. Dengan permainan yang disiplin, ia mampu membalikkan prediksi dan menciptakan kejutan di hadapan pendukung Indonesia.
Ajang Penting untuk Petenis Muda Indonesia
ITF World Tennis Tour M15 menjadi salah satu panggung penting bagi petenis yang sedang membangun karier profesional.
Turnamen dengan level M15 memberikan kesempatan kepada pemain untuk mengumpulkan pengalaman sekaligus mengejar poin peringkat ATP.
Bagi petenis Indonesia, penyelenggaraan rangkaian turnamen di Bali juga memberikan keuntungan karena mereka dapat bertanding di depan publik sendiri dan memperoleh kesempatan menghadapi pemain dari berbagai negara.
Nathan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cukup baik pada Seri 5.
Sementara itu, penampilan Rafalentino, Ethan, Rifqi, dan pemain Indonesia lainnya juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi berikutnya.
Hasil pertandingan memang tidak selalu sesuai harapan. Namun, pengalaman menghadapi pemain asing dengan peringkat dan pengalaman berbeda dapat menjadi modal untuk perkembangan karier mereka.
Nathan Bawa Harapan Indonesia
Setelah tiga wakil Indonesia di sektor tunggal dan ganda harus tersingkir, sorotan kini tertuju kepada Nathan Barki.
Ia menjadi satu-satunya pemain tuan rumah yang berhasil menembus perempat final nomor tunggal pada Seri 5 ITF M15 Bali 2026.
Kemenangan atas Anthon Shepp menjadi bukti bahwa Nathan mampu bersaing menghadapi pemain dengan peringkat ATP lebih tinggi. Ia juga memperlihatkan kemampuan menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan dari unggulan utama.
Tantangan berikutnya tentu tidak mudah. Nathan harus mempertahankan kualitas permainan sekaligus menghindari kesalahan yang dapat dimanfaatkan lawan.
Bagi Indonesia, perjalanan Nathan menjadi kesempatan untuk menjaga asa meraih prestasi di turnamen yang digelar di Bali tersebut.
Jika mampu kembali memenangkan pertandingan, Nathan bukan hanya memperpanjang langkahnya di Seri 5 ITF M15, tetapi juga berpeluang mengukir pencapaian penting dalam perjalanan karier profesionalnya.
Untuk sementara, satu hal sudah pasti: setelah sejumlah wakil Indonesia berguguran, Nathan Barki menjadi tumpuan terakhir Merah Putih di nomor tunggal ITF M15 Bali 2026.
Performa impresifnya saat menyingkirkan unggulan pertama membuat peluang tersebut tetap terbuka. Kini, konsistensi dan ketenangan Nathan akan kembali diuji di babak perempat final.

